Aku percayakan suaraku kepadamu, meski sebenarnya bisa saja aku memilih menjadi putih, karena itu hak-ku. Aku belajar untuk menjadi pemilih cerdas dengan mengamati kepribadian dan rekam jejakmu. Karena aku masih berharap semua bisa berubah di tanganmu. Tapi sungguhkah kalian benar-benar mengenalku? Hingga berani-beraninya kau berteriak lantang bahwa kau adalah pengemban aspirasi dari rakyat-rakyat kecil sepertiku?. Atau jangan-jangan... kalian hanya mau mengenalku saat kau butuh suaraku saja???.
Di tengah tipisnya harapanku padamu, aku masih berpikir positif semoga kalian memang orang yg dipilih Tuhan untuk bisa mengemban aspirasiku. Aspirasi rakyat kecil yg hanya bisa bergeliat & berteriak protes bersama rumput-rumput liar di saat kau sedang bergoyang lupa terlena bersama dahsyatnya alunan godaan di sekitarmu nanti..
Semoga Tuhanlah yg memaksa & menggerakkan tanganku untuk memilih agar ku tak salah. Karena suaraku tak akan pernah bisa kau beli, bahkan tak pernah ingin kugadaikan hanya untuk beberapa lembar uang. Karena setidaknya aku punya tanggung jawab untuk memimpin diriku sendiri, agar tak terombang-ambing dg bujukan dan rayuan sesaat sebelum ku merenung & memilih di tengah bilik suara.
Dan saat kau terpilih nanti, aku berharap kau tak hanya tersenyum lega, membusungkan dada dengan bangga karena akhirnya kau punya kuasa dan jabatan. Tapi aku berharap kau merenung, menangis sendirian (tanpa perlu dilihat banyak orang), bersyukur pada Tuhan dengan penuh rasa takut seraya berucap & bertanya dalam hati, "Ya Allah apakah aku benar-benar bisa mengemban amanat ini?, tuntun hamba_Mu ini ya Allah.."
Saat kau khianat atas amanat, siapkan dirimu untuk dihujat, di dunia bahkan di akherat. Yg hebat bukan menjadi manusia yg sempurna dan tak punya salah, namun yg ada hanyalah manusia yg baik. Yaitu manusia yg berniat untuk terus memperbaiki salah dan terus setia pada yg baik dalam keadaan seperti apapun.
Ingatlah selalu bahwa Profesimu bukanlah ajang untuk mencari kekayaan. Karena kami bisa ikut menghitung berapa jumlah gaji normalmu. Tapi profesimu sebenarnya adalah ladang amal ibadah untukmu agar bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak. Saat kau berhasil menunaikan tugasmu dg mulia, dan biarkan Tuhan yg memperkaya dan memberi berkah padamu. Lalu kau menjadi haru bahagia karena merasa benar-bemar telah menjadi manusia yg terpilih.
Bukan ku membenci profesimu, bukan ku memandang rendah jabatanmu, bukan ku tak mengagumi pekerjaanmu, dan bukan ku tak menyukai kekuasaan & wewenangmu. Karena yg kutau dari ajaran orang tuaku, guruku, ustadku, pemimpin-pemimpinku, mereka sering berkata "apapun pekerjaannya, semua itu baik selama dijalani dan diraih dengan cara yg halal".
Berarti yg buruk bukanlah profesi atau pekerjaannya, namun yg buruk adalah orang yg tak mampu melaksanakan pekerjaan dengan benar, orang yg menyalahgunakan kekuasaan, orang yg lupa amanah, dan orang yg gemar bekerja dengan cara haram.
Selamat berjuang, semoga selamat, jangan pernah menjadi pejabat yang dihujat dunia & akherat karena tak amanat.., semangat!! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar