Jangan terlalu berharap negara (pemerintah) akan memikirkanmu, jangan sekedar "bergantung", dan tak perlu sekedar "menunggu" karena kita bisa berbuat lebih dari sekedar "bergantung dan menunggu". Apa tidak lebih baik jika kita terus mencoba berkerja keras, berbuat baik dan menjadi bermanfaat utk orang lain? dan sadar atau tidak kita sadari justru kita kemudian telah memberi kontribusi pada negara. Karena Tuhan telah menyediakan rizki utk kita, bahkan jikalau kita bisa menjadi pribadi yg menyenangkan untuk_Nya, Dia akan melimpahkan rizki_Nya untuk kita.
Negara adalah konsep yg sedang kita percayai saat ini sebagai sebuah wadah, tatanan dlm mencapai cita-cita bersama menuju kehidupan yg lebih baik. Namun kalau kita mencoba berpikir lebih jauh lagi, jikalau tiada negara apa kita akan mati begitu saja?. Apa kita tidak akan bisa hidup tanpa adanya negara?.
Tentunya manusia bukan makhluk bodoh dan jauh lebih hebat dari binatang yg memiliki insting untuk bertahan hidup. Bahkan kita selalu memiliki kemerdekaan personal untuk menjadikan diri kita akan menjadi manusia yg seperti apa. Dalam keadaan yg normal, bahagia, atau saat dalam kesedihan yg mendalam, adalah tak pernah salah jika kita kembali menyadari bahwa yg kita butuhkan hanya Tuhan dengan segala anugerahnya yg harus kita sambut dengan usaha kerja keras utk terus bertahan hidup, kemudian berjuang memperbaiki hidup, dan berusaha menjadikan hidup kita lebih baik sebelum Tuhan mematikan kita.
Sedangkan pemimpin hanyalah orang yg kita harapkan bisa memberi kita tauladan yg baik, dan bisa kita percayai bisa memperjuangkan kehidupan kita menjadi lebih baik. Namun tak perlu sekiranya kita menumpukan harapan sepenuhnya padanya. Toh dia bukan dewa, bukan malaikat, bukan nabi dan jelas-jelas sama sekali bukan Tuhan. Dia (si pemimpin) bukanlah si sempurna, tapi bukan berarti kita sama sekali tak membutuhkannya. Taruh harap sewajarnya padanya, karena kita pun bahkan sebenarnya berpotensi utk bisa berbuat yg jauh lebih hebat dari dia.
Pemikiran ini hanya sekedar wacana untuk mengingatkan bahwa sejatinya kita ini manusia yg merdeka, mandiri secara personal, bisa bekerja keras, bisa menjadi lebih baik. Dan tak perlu terlalu khawatir dengan segala pasang surut cerita di negara ini. Ada saatnya "pasrah & tersenyum" menjadi sangat nikmat di antara segala himpitan kesulitan. Karena terlalu khawatir, marah, sedih, mengamuk justru menambah beban pikiran untuk kita. Pasrah bukan berarti diam dan tak berjuang. Pasrah adalah salah satu cara menikmati hidup, dan "ikhlas" adalah kehebatan yg bisa memberikan "ketenangan tertinggi".
Kita bukan tak butuh negara, tapi kita tak sepenuhnya tergantung pada negara. Kita bukan tak butuh pemimpin, tapi kita jg tak sepenuhnya tergantung pd pemimpin. Dengan ada atau tidaknya seorang pemimpin kita masih bisa melakukan sesuatu, sesuatu yg baik tentunya. Dengan adanya kebijakan pemimpin yg salah/benar, baik/buruk, kita masih bisa melakukan sesuatu yg menurut kita terbaik. Mari perjuangkan apa yg kita inginkan. Kebijakan yg baik dari seorang pemimpin bisa saja ber-implikasi baik pada kita, namun keputusan yg salah dari seorang pemimpin jngn menjerumuskan kita. Kita adalah pemimpin atas diri kita sendiri, kita masih waras untuk terus berjuang, melipat gandakan semangat dan energi yg baik sesuai keinginan kita. Yang akan berimbas pada kehidupan kita menjadi lebih baik.
Selalu ada masa depan yg lebih baik yg bisa kamu tatap mulai sekarang dengan "mata visi" mu masing-masing. Lalu wujudkan!. Lalu biarkan saja Tuhan yg menyebutkan bahwa kita telah layak untuk menjadi manusia yg bisa memimpin diri kita sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar