Kamis, 27 Agustus 2015

Mempersiapkan Anak-anak kita

Jika kita bersama mau untuk melihat dan mengamati secara lebih jeli, tentunya kita merasa prihatin dengan perkembangan anak-anak sekarang yang mulai memprihatinkan, banyaknya kita jumpai berita di televisi ataupun mungkin di sekitar kita sendiri, tentang anak-anak ataupun pelajar yang seringkali tawuran, mencuri, melakukan tindakan tidak senonoh, mengkonsumsi narkoba, anak kecil yang sudah mulai merokok, anak-anak atau remaja yang membentuk suatu komunitas (kelompok,perkumpulan) yang kegiatan-kegiatannya cenderung mengarah ke tujuan yang negatif, anak-anak yang kurang menhargai orang tua, anak-anak yang tidak memiliki tata krama dan lain sebagainya. Seolah etika yang dulu masih dipegang kuat, rasa kepedulian, rasa kekeluargaan,rasa mencintai sesama, kegotongroyongan kini sudah mulai luntur karena kini telah kalah dengan sifat-sifat egoisme, individualis, gaya hidup yang berlebihan dan cenderung menuju ke arah yang negatif. Ini adalah contoh nyata degradasi moral yang secara langsung dapat kita saksikan dan dapat kita rasakan bersama.
Hal-hal semacam itu adalah sebuah fakta (kenyataan) di dalam kehidupan sekitar kita, yang merupakan imbas dari perkembangan zaman, perkembangan teknologi yang bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia tapi juga di sisi lain memberikan dampak negatif pula. Dunia teknologi mampu mempermudah cara-cara hidup manusia, memberikan keleluasaan bagi setiap orang untuk mengakses segala macam bentuk pengetahuan dan informasi dari berbagai macam belahan dunia. Namun di sisi lain ada efek negatif pula yang terkadang ikut terserap. Misalnya budaya-budaya dan gaya hidup dari daerah ataupun negara lain yang kurang sesuai, kemudian dengan serta merta ditiru dan diterapkan ke dalam kebudayaan kita sendiri, tanpa memperhatikan lagi norma, etika, adat, yang berlaku di daerah kitas sendiri.
Salah satu bentuk nyata perkembangan teknologi yang sangat luar biasa pesatnya adalahinternet. Mungkin secara mudahnya,bisa diumpamakan bahwa ”hampir semua yang ingin kita cari ada di sana”(di internet).Seolah sekat-sekat atau tembok yang dulu membatasi setiap negara dengan masing-masing budayanya, kini telah terbuka dan mempertemukan segalanya menjadi satu. Hal ini tentunya memberikan sebuah tantangan baru bagi kita. Karena hal tersebut merupakan dua buah mata pisau yang memberikan pengaruh yang positif maupun negatif.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju tersebut, pengaruh teknologi dan budaya yang terus berkembang akan memberikan pengaruh signifikan yang akan menimbulkan dampak positif dan negatif bagi perkembangan psikologi anak-anak. Kehidupan yang terus berkembang dengan masalah yang semakin komplek, persaingan hidup yang semakin kompetitif di masa yang akan datang, menuntut kita untuk mempersiapkan anak-anak kita, untuk menjadi anak-anak yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Di masa sekarang anak-anak tidak hanya cukup dibekali dengan kecerdasan intelektual  saja, namun sangat perlu dibekali dengan kecerdasan spiritual  dankecerdasan emosional.
Kecerdasan intelektual telah diajarkan di setiap sekolah dengan berbagai macam mata pelajaran yang diajarkan, namun masih ada dua kecerdasan yang sangat perlu pula untuk dimaksimalkan, yakni kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional, terlebih jika itu dilakukan semenjak dini. Hal tersebut tentunya akan menjadi bekal yang baik bagi anak-anak untuk menghadapi masa-masa mendatang.
Sedangkan kecerdasan spiritual dapat diasah dengan memberikan pembekalan ajaran agama, budi pekerti, pentingnya kasih sayang, dsb nya. Apapun alasannya, membekali anak-anak dengan memberikan ajaran agama, budi pekerti, etika, rasa cinta dan kasih sayang akan selalu penting. Karena itulah yang akan menjadi bekal dan pengawal bagi anak-anak kita ketika menghadapi perkembangan zaman. Memberikan ajaran agama, budi pekerti, etika, rasa cinta dan kasih sayang, tak akan pernah menjadi sebuah metode yang kuno meskipun zaman ini terus berkembang menjadi jauh lebih maju ataupun menjadi lebih modern.
Selain itu terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengasah kecerdasan emosional, misalnya melatih anak-anak untuk selalu melakukan kegiatan yang bersifat kreatif seperti : menggambar, melukis, mewarnai, membekali ketrampilan, bernyanyi, bermain musik, out bond, dsb nya. Kecerdasan emosional akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan mental anak-anak. Hal ini juga akan memberikan dampak secara langsung terhadap perkembangan psikomotorik anak. Segala potensi yang dimiliki oleh anak-anak harus dimaksimalkan agar anak-anak tumbuh menjadi seorang yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki rasa percaya diri. Karena anak-anak kelak akan menjadi sukses melalui kepandaiannya, bakatnya, minat, ataupun hobbynya.
Yang terpenting adalah mereka semua akan menjadi seorang yang sukses sesuai dengan bidangnya masing-masing, karena ketekunannya, keuletannya, smangat dan kerja kerasnya. Karena tanpa ketekunannya, keuletannya, smangat dan kerja keras, sebuah kepandaian, bakat, minat ataupun hobby, kecil kemungkinannya bisa menjadi sesuatu yang optimal, yang mendatangkan kesuksesan.
Menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk mempersiapkan anak-anak (anak didik) kita, agar menjadi anak yang tangguh yang siap dan mampu menghadapi kemajuan zaman yang menyuguhkan berbagai macam masalah yang kompleks, yang menuntut seseorang untuk mampu bersaing di tengah iklim kehidupan yang semakin kompetitif. Yang juga menjadi sangat penting adalah semaju apapun zaman, anak-anak harus tetap memiliki tata krama, etika, sopan santun,tenggang rasa, peduli terhadap sesama dan memiliki budi pekerti yang baik. Agar kebaikan hatinya senantiasa ter-asah, hingga kelak ketika menjadi orang yang pandai, sukses, kaya ataupun ketika menjadi seorang pemimpin tetap menjadi seseorang sosok hebat yang masih "mempunyai hati".

Oleh : Ayuth Wahyu SP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar