Kamis, 27 Agustus 2015

Balada Nyanyian Kentut


Assalamu'alaikum. Wr.Wb 

Mengapa harus kentut??. Memangnya tak ada bahasan lain yg lebih penting selain kentut?. Berikut Ini alasan saya : 
1. Justru kali ini saya ingin mencoba cara berpikir yang sebaliknya. Yaitu tentang banyak persepsi orang yang menganggap kentut itu sebagai peristiwa yang biasa-biasa saja dan cenderung dianggap sepele. Bagaimana kalau kita mencoba berpikir seperti ini, "Kalau yang dianggap sepele saja belum mampu kita pikirkan & kita pahami secara lebih dalam, lalu bagaimana kita mampu menemukan sesuatu yang dalam pada hal-hal yang besar & penting??". :) 
2. Saya memang sedang ingin membahas si kentut ini, karena menurut saya kentut itu peristiwa yg unik, menggelitik tapi jarang orang yg mau membicarakannya secara panjang dan lebar. Ya anggap saja ini semua omong kosong tak penting :) 

Ya kentut memang sering dianggap peristiwa yang sepele, seringkali dianggap hal yang menjijikkan, kotor, tabu, bahkan hina. Atau jika masih ada yang tak menganggapnya seburuk itu. Paling-paling ya sebatas menganggap kentut sebagai peristiwa yang hanya lewat sambil lalu, yang terjadi begitu saja, selesai, terus ya sudahlah. (Dan saya ini termasuk salah satunya hehe). 

Kentut itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Bahkan terus saja terjadi di tiap hari-hari kita. Dia (kentut) level penting-nya hampir sama dengan bernafas. Bisa jadi kentut setara dengan makan, minum, Buang Air Besar (BAB), dan Buang Air Kecil. Coba bayangkan saja kalau kita tak bisa bernafas lg? Yap!. Kalian semua pasti tahu apa yg akan terjadi. Bagaimana bila kita tak makan, tak minum?. Ya tentu kita juga tahu jawabannya akan terjadi apa. Lalu bagaimana kalau kita bisa bernafas, bisa makan, bisa minum, tapi tak bisa kentut, kencing atau BAB?..hmmmm..kebayang deh susahnya jika manusia mengalami hal seperti itu.., semoga kita semua selalu sehat wal afiat yaa. Aamiin :) 

Dari kentut saja kita bisa membahas ke banyak ranah. Misalnya dari sisi kebudayaan manusia yang bisa diciutkan lagi dalam hal tata krama, adab sopan santun. Di masyarakat jawa atau mungkin juga di daerah lain di indonesia (saya ga berani men-generalisir karena tak pernah melakukan survei secara benar.hehe), masih cukup banyak yang menganggap kentut itu harus dikeluarkan di waktu yg tepat dan di tempat yg tepat. 

Oleh karena itu ada contoh kasus hanya karena sedang rapat (meeting) penting dengan atasan atau kolega, padahal sudah kerasa banget ingin kentut, tapi akhirnya ditahan juga. Karena takut berbunyi, berbau, yang memungkinkan bisa mengganggu jalannya rapat. Bahkan dikhawatirkan bila memang harus benar-benar di kentut-kan bisa jadi merusak jalannya rapat. Bisa saja dalam keadaan yang tadinya serius, tiba-tiba seluruh peserta rapat bisa tertawa berjamaah secara mendadak, atau bahkan mereka semua keluar dari ruangan karena tak tahan baunya. Huhuhu :D 

Kentut juga dianggap sangat tidak sopan jika dikentutkan di depan orang yang tidak akrab, tamu penting, orang yang sangat dihormati, atau orang yang lebih tua. Bahkan kentut bisa jadi benar-benar tak boleh keluar di saat kita sedang berhadapan dengan orang tua si pacar, calon mertua, ataupun terhadap mertua.. :D. 

Ya kentut itu memang kasihan, dia seringkali tak dianggap, disembunyikan, bahkan dihinakan :(. Andai kentut itu adalah makhluk hidup yang punya perasaan, sungguh tersiksanya menjadi dia. Padahal dia sangat memberikan manfaat, khususnya untuk kesehatan. Dan di saat dia (si kentut) sudah terlanjur keluar, masih saja seringkali tak dianggap, tak diakui. Ada percakapan seperti ini, "Eh, siapa yg kentut? Kamu ya?". Yang lain menjawab, "Bukan ah, bukan aku". Jawab lagi, "Kamu kali". Yang satunya menjawab lagi, "Bukan yaa, bukan aku..sumpah deh!". Padahal yang bertanya paling awal dalam percakapan itu justru bisa jadi orang yang sedang kentut. Ia malu karena sudah tak tahan lagi menahan kentutnya, dan terpaksa kentut harus keluar mendadak dengan bunyi yang lucu dan dengan bau yg aneh. hehe. Itu contoh percakapan yang bisa saja terjadi di saat kita sedang bergaul, bercengkrama dengan sahabat, teman-teman dekat, saudara atau keluarga kita. 

Nah biasanya hanya dengan orang-orang tersebut, kentut bisa benar-benar keluar melenggang dengan nyaman, dan masih diakui statusnya milik siapa dan otomatis diakui pula kehadirannya. Oleh karena itu di saat kita sedang sendiri, ada baiknya kentut boleh kita anggap sebagai pahlawan (seraya mengucap "alhamdulillah"), sebagai bentuk syukur kita karena kentut baru saja menyelamatkan perut kita dari kembung dan mual-mual karena ulah si angin yang cuma muter-muter di dalam lambung dan ogah-ogahan keluar. 

Dari kentut pula bisa saja orang mengklasifikasi hal-hal lainnya lagi. Misalnya kentutnya perempuan dan kentutnya laki-laki. Perempuan cenderung sangat malu dan hati-hati sekali jika soal kentut. Bahkan yang terparahnya kentut yang harus dikentutkan (dikeluarkan) di waktu & tempat yang tidak tepat, bagi sebagian perempuan hal tersebut bisa saja sangat menjatuhkan harga dirinya di saat peristiwa kentut itu terjadi. Karena sejak dari turun temurun, perempuan yang lebih halus perasaannya, lembut perangainya diajarkan oleh pendahulu-pendahulu kita untuk benar-benar bisa menjaga diri dengan perilaku-perilaku yang harus terlihat lebih lembut, lebih sopan, lebih baik daripada laki-laki. Walaupun keduanya (baik perempuan atau laki-laki) sama-sama diajarkan budi pekerti dan sopan santun, tapi kita semua tentu paham tentang bagaimana dan di mana perbedaan perllaku yang harus ditampilkan oleh seorang perempuan dan laki-laki, tanpa harus saya bahas panjang lebar di sini. Karena sekali lagi saya sedang sangat tertarik sekali untuk membahas tentang "kentut" bukan yang lainnya. :D. 

Ya misalnya sebagai contoh saja. Dulu sewaktu kita kecil kenapa anak laki-laki yang kencing di sembarang tempat seolah-olah lebih dimaklumi daripada anak perempuan yang kencing di sembarang tempat. Nah hal tersebut berlaku juga untuk kentut. Meskipun sekali lagi hal tersebut tidak mutlak berlaku untuk semua daerah, ataupun di semua suku di Indonesia. Iyaa, mungkin persepsi seperti itu hanya terjadi di lingkungan saya saja. 

Tapi setidaknya itulah bukti ajaran budi pekerti, sopan santun, berpadu dengan ajaran agama yang menunjukkan bahwa perempuan itu harus dimuliakan, dijaga, lebih tertata karena pada hakekatnya perempuan itu diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang indah dan lembut. Seolah perempuan itu seperti emas atau berlian yang harus benar-benar terjaga dan dijaga, dan akan bersinar dengan indah hanya di saat-saat yang tepat. :) 

Oke, kita kembali lagi ke kentut aja ya..hehe. Masih tentang kentut, setidaknya ada bidang ilmu yang saya sangat meyakini bahwa kentut itu sangat penting. Ya bidang ilmu itu yaitu kesehatan dan kedokteran, karena susah kentut bisa mengganggu kesehatan (o iya kalo ada bidang ilmu lain yang mau ikutan menganggap kalo kentut itu penting, tolong kasih tau saya ya.hehe). Saya saja orang yang tidak menekuni disiplin ilmu kesehatan dan kedokteran saja mengakui itu. Ya sederhana saja, karena saya tahu saat saya susah kentut, pasti perut saya sakit dan saya tak suka itu. :D. So, kentut itu penting!.hehe 

Ada lelucon juga yang mengklasifikasi sifat seseorang dari kentutnya. Misalnya dari suaranya yang "tiiiit", oh bisa jadi orang tersebut pemalu, karena sudah berusaha menahan sekuat tenaga agar tak keluar di depan orang lain, tapi ternyata keluar juga. Ada yang suaranya "tuuuuut","toooot", dsb-nya. Hehe silakan teman-teman bayangkan sendiri sambil senyum atau ketawa.haha 

Dari kentut kita juga bisa mengambil pesan dan petuah penting. Karena kentut itu tidak sombong, dia memberi manfaat tapi dia tidak suka bilang-bilang. Bahkan keberadaannya saja tak kelihatan, baru tercium baunya saja malah dia di sia-siakan.. Oh.. So sad.. :'(. Kalau begitu, berarti kentut itu juga mengajarkan tentang "ikhlas", memberi manfaat tanpa pamrih, tak diakui juga tak protes, di sia-siakan diam saja. Tapi dia tetap saja eksis dan tak lelah untuk terus hadir. 

Coba manusia yang selalu bisa memberi manfaat diperlakukan seperti itu. Sakit hatikah? Terimakah? Ga protes kah? Mengeluhkah? Atau diam-diam dalam hati justru berkata seperti ini, "Tak apa, karena aku hanya mengharap ridhlo Allah". Hmmm.. mulia sekali, joss gandhos dan benar-benar salut bila kita semua bisa seperti itu ya!. Yuk belajar ikhlas. :) 

Ada pelajaran lagi dari si "kentut". Terkadang bahwa hal yang seolah-olah sia-sia bahkan hina di mata kita ternyata mampu memberi manfaat, bahkan bisa lebih bermanfaat daripada hal-hal yang terlihat indah oleh inderawi kita. So, sebuah manfaat itu bisa lahir dari mana saja brother!, dari siapa saja sister!, dari tempat mana saja. Don't jugdes the book just by the cover!!. Haha rupanya cocok juga kalimat tersebut untuk si kentut ya :D. 

Yah mudah-mudahan si kentut bisa memberikan inspirasi untuk kita semua dengan bidang keilmuan dan keahlian kita masing-masing. Misalnya : 
1. Untuk musisi, atau sound enginer. Bisakah suara kentut itu dimodifikasi menjadi sebuah irama yang indah dan menghibur?. :D 

2. Untuk dokter, coba bantu kita semua agar menemukan solusi dan formula tercanggih yang bisa benar-benar membuat kita terbebas dari masalah kentut yang tersendat dan susah. Sehingga seluruh penduduk indonesia bisa kentut dengan lancar, dan terbebas dari sakit perut. Sehingga semua bisa bebas kentut sembarangan.*Uuups!*Haha. :D 

3. Untuk pelukis, coba berimajinasi untuk melukis kentut. Sosok kentut bila dituangkan ke dalam lukisan itu akan berbentuk seperti apa ya?trus warnanya apa coba? 

4. Untuk para ahli hukum, seandainya sewaktu-waktu nanti kentut sembarangan itu dilarang, atau mengentuti orang dengan sengaja itu dianggap sebagai sebuah pelecehan. Lalu mempermasalahkannya ke jalur hukum. Lalu sudah disiapkan belum payung hukumnya? Undang-undang dan peraturannya?. Lalu harus didasarkan atas apa tuntutan hukumnya?. Baunya? Suaranya? Gaya kentutnya? Nada suara kentutnya? Atau apanya?. Trus kalau nada suara kentut yang mengejek & melecehkan itu yang seperti apa?. *Haha kalau ini sudah ekstrem ya!, cuma omong kosong aja kok.hehe* 

5. Untuk para teknokrat, ahli teknologi, bisa saja semakin pinter manusia akan menciptakan alat peredam suara kentut, dan pengendali bau kentut agar tak mengganggu orang lain. Atau bisa saja dibikin bank kentut, untuk menampung kentut seluruh manusia, siapa tau gas kentut bisa digunakan untuk bahan bakar atau apalah. Karena tak ada yg tak mungkin. :) 

6. Untuk para ilmuan atau ahli kimia, adakah zat yang terkandung dalam kentut yang bisa ditemukan manfaatnya untuk keperluan manusia??. :) 

7. Dan untuk para pemimpin, atau kita semua (khususnya saya juga) coba deh ga ada salahnya belajar dari kentut yang selalu bisa memberi manfaat, tapi tak menjual namanya, tak membangun citra. Dia ikhlas bahkan sekalipun harus dihinakan dan di sia-siakan. Kalo memang bisa memberi manfaat yang baik buat orang lain, buat banyak orang, ga perlu kok kita harus koar-koar, pamer atau pencritaan ke mana-mana. Orang lain pasti sudah bisa menilai diri kita dengan bijak. 

Dan tak menutup kemungkinan bisa saja menginspirasi banyak hal lain lagi. Manusia itu pinter kok, saya masih suka terheran-heran dengan orang-orang yang bisa membuat ini, membuat itu, menciptakan ini, itu. Karena memang manusia itu hebat, mampu terus bergerak dan mencari. Asal ga jadi sombong dan lupa diri aja yeee!. Kita tetap ga akan bisa lebih hebat dan lebih pinter dari Tuhan. Catat itu! :D 

Kentut dalam waktu-waktu tertentu bisa mencairkan suasana, bisa menimbulkan tawa suka ria. Kentut juga bisa dianggap merusak suasana bila muncul di saat yang tak tepat, bisa menimbulkan rasa jengkel, jijik, bahkan bisa menimbulkan "ilfeel" pada pemilik kentutnya. Tapi apapun itu kentut bisa dilihat dari dua sisi (2 dimensi). Baik atau buruk, menjijikkan atau tidak hanya tergantung dari kentutnya, tapi juga tergantung dari orang yang mencium dan mendengar kentut tersebut. Jadi orang-orang yang mencium atau mendengar kentut tersebut bisa disebut sebagai penderita, pemirsa atau justru sebagai penikmat itu tergantung juga bagaimana ia menyikapi kentut tersebut. 

Memang tak ada yang sia-sia dari apapun yang diciptakan oleh Allah SWT, tak ada yang sia-sia dari peristiwa apapun di kehidupan ini. Semoga kita bisa mengambil hikmah, pesan dari peristiwa apapun yang terjadi di kehidupan ini. 

Maaf bila banyak salah kata, saya hanya berceloteh, ini hanya sekedar catatan untuk mengisi waktu saya. Saya juga bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Yang jelas saya hanya sedang ingin bercerita tentang "Kentut" :D 

Wassalamualaikum. Wr.Wb.. 

(Ayuth Wahyu Sapto Prasojo, 20 Februari 2014) 

Topeng Piala Citra


Bisakah hidup dengan tanpa memakai topeng sama sekali?. 
Orang tersohor memakai topeng, orang awam jg memakai topeng, orang muda memakai topeng, tua juga memakai topeng. Laki-laki memakai topeng, perempuan memakai topeng. Pemimpin memakai topeng, pengikut memakai topeng. 
Di zaman kehidupan sekarang bisa jadi hanya ada dua jenis orang yg tidak memakai topeng. Yaitu anak kecil (bayi) dan orang gila. Karena yg lainnya sdh terlanjur memlilih "Topeng Citra" untuk dipakainya, demi sebuah motto "be my own brand, be your own brand"
Mari bertopeng, silakan pilih topengmu. Mari bersandiwara dan terus membuat citra. Topeng citra siapa yg menuju kerusakan, citra siapa yg berpahala, citra siapa yg penuh kemunafikan, citra siapa yg penuh dg pencitraan itu sendiri. Dunia ini memang berisi sekumpulan orang-orang yg terus mencitrakan diri. Siapa yg paling baik memainkan peran topengnya, piala citra sdh menunggunya. :)

Kau sangat indah..., karena bukan aku yang memilihmu..

Engkau yang sendiri, kau yang menjaga diri, sungguh kau bisa menjadi jauh lebih indah dari sekedar intan permata yang bernyawa. Kau yang menjaga diri, sungguh akan diselamatkan untuk menjadi mulia. 

Engkau yang menjaga diri dengan penuh kerendahan hati tunduk menghamba pada_Nya, tak akan pernah merasa sepi, karena "Sang Maha Agung" akan selalu menenangkanmu, menghangatkanmu, bahkan menghiburmu. 

Engkau yang menjaga diri dan mulai mengharap, memang tak perlu untuk selalu saling memandang, tak perlu untuk selalu saling menyentuh untuk mewujudkan rasamu, karena rasamu yang akan memandangimu dan terus menyentuhmu. Karena ia ada di dekatmu, teramat dekat denganmu, yaitu ada di hatimu. 

Jaga rasamu dan cukup hanya bermesralah dengannya, tetaplah engkau bermesra dengan perasaanmu yang mengharap, tetaplah kau bermesra dengan hatimu yang mendamba, tetaplah bersabar seperti itu hingga kau telah diizinkan oleh_Nya untuk menebarkan rasamu itu dengan menggebu kepada belahan jiwa yang telah dipilihkan_Nya untukmu.

Hatimu yang mencinta hamparkanlah melalui do'a. karena kau telah percaya untuk membiarkan "Sang Pemilik Kehidupan" yang memberi jawaban. Kemudian Dia pula yang menggerakkan perasaanmu untuk menuju muara yang kau idamkan.

"Sang Kuasa Waktu" telah menyiapkan hadiah terindah, sebuah anugerah yang tak akan mungkin terbeli dengan kekayaanmu di dunia. Kau hanya perlu bersabar.., ikhlas penuh harap... untuk menunggu keindahan dan kebahagiaan yang layak untuk dititipkan kepadamu, diberikan kepadamu.
Jika tiba waktunya engkau telah diizinkan_Nya, kau berhak untuk terus memandang lekat, terus bersentuh mesra, menikmati indah yang tiada tara.

Teteskan air mata syukur yang tak terhenti pada_Nya...,
Untaikan kata-kata puji indah kepada yang paling layak kau puja...
Yang paling layak kau puja..Tempat dari segala awal dan berakhirnya muara..,Yang tak terlihat namun yang bisa kau rasa dan kau percayai Dia ada...
Sujudkan perilaku tunduk sebagai bukti kau meyakini kebesaran_Nya..
Kemudian Dia dengan segala kuasa_Nya bermurah hati untuk segera memberi jawaban..
..................................................................................

Tersenyumlah kau di sana, bersabarlah.., dan tetaplah menjaga diri..karena aku pun begitu adanya..
Tetaplah menjaga diri..karena aku bisa melihat senyum indahmu dari sini..melihat dari mata hatiku..,
Melihatmu dalam bayangan yang tak tergambar.. tapi aku tau kau sangat indah bagiku..sangat indah hingga aku tak mampu menggambarkanmu dalam anganku..
Sadarilah... aku bukan yang suci.., tapi aku hanya ingin terus memperbaiki diri..
Maklumilah.. aku bukan yang paling benar, tapi aku hanya ingin merubah sesuatu yang pernah salah, yang pernah terjadi pada diriku..
Aku teramat yakin bahwa kau sangat indah..karena bukan aku yang memilihmu..
Tapi Allah yang memilihkan kau untukku..


Ayuth Wahyu Sapto Prasojo, 11 April 2013, 5:37 WIB

Bukan Malaikat, Bukan Bidadari

Hampir tiga jam aku mengamatinya...,Bahkan aku terus mengikuti mereka.Iya benar, kali ini aku benar-benar penasaran. Seorang Laki-laki  dan seorang perempuan yang mengendarai mobil mewah itu. Dengan motor butut-ku aku terus mengikuti ke mana ia pergi. Yang membuat aku penasaran karena mereka baru saja memborong hasil bumiku yang selesai aku panen yang baru saja aku rebahkan semua panenan itu di halaman rumahku yang tanpa atap. Ada padi, beras, kacang, ubi, dan jagung dan lain-lain, yang telah kupanen bersama keluargaku. Sungguh indah dan bahagia rasanya semuanya bisa panen dengan waktu yg hampir bersamaan. Meski tak begitu baik hasil panenan-nya tapi ya sudahlah..aku cukup bersyukur, karena itu hasil jerih keringat seluruh anggota keluargaku.
           Mereka berdua tiba-tiba datang dengan mobilnya, dan segera bertanya...berapa harga-harga hasil panenanku itu. tanpa Kompromi, mereka langsung sepakat dengan harga yang aku tawarkan dan langsung membayarnya. Yang cukup aneh juga, mereka merelakan mobilnya dipenuhi dengan karung-karung kecil hasil panenanku itu. Pikirku.."apa tak sayang ya..mobil sebagus itu dijejali dengan macam-macam karung-karung panenanku yang bergumul tanah yang masih aga basah??". Tapi ya sudahlah",pikirku..itu urusan mereka. Tapi masih satu ada pertanyaan lagi di benakku.."tadi mereka kebetulan lewat atau memang sengaja ya ingin membeli macam-macam panenan di lingkungan desaku yang terkenal sebagai desa petani penghasil panenan dari tanaman-tanaman terbaik".
         Perempuan itu cantik...bahkan bagiku sangat cantik.., cukup tinggi semampai dan bertubuh ramping memakai kemeja putih yang kelihatan pas ditubuhnya dan rok putih panjang yang sama sekali tak kelihatan kedodoran, perempuan itu juga mengenakan kaca mata hitam cukup besar,semakin kelihatan kontras dengan kulit wajahnya yang putih, mulus dan bersih. Hidungnya yang mancung kelihatan begitu kuat menopang kaca mata hitamnya. Rambutnya hitam, panjang, tergerai dan agak ikal. Ia juga menggunakan sepatu berhak tinggi. Membuatnya kelihatan semakin modis jika mengamati dari keseluruhan postur tubuh dan pakaian yang dikenakannya. Bibirnya cukup merah meski tanpa mengenakan lipstik. Aku sangat yakin ia masih seorang gadis berumur sekitar 20 tahunan ke atas.Tapi itu hanya perkiraanku.
         Sedangkan si Laki-laki itu cukup tua, berkumis tebal, hidung mancung dan matanya cukup bulat. Perutnya agak buncit mengenakan kemeja putih pula, dan bercelana hitam berbahan halus, memakai sepatu hitam yang disemir mengkilat. Iya meski ia agak tua tapi cukup tampan. Rambutnya pendek ada beberapa yang beruban, semakin membuatku yakin bahwa ia cukup berumur.
         Selesai membeli hampir beberapa panenanku itu, mereka berpamitan dengan ramahnya. Semua karung-karung hasil panenanku itu cukup menyesaki seluruh ruangan dalam mobil bagian belakang. Bahkan sebagian juga aku masukkan ke bagasinya. Mereka berpamitan kepada kami dengan senyum mereka seraya berkata "terima kasih..". Mereka mengucapkan kata itu hampir berbarengan. Tapi sambil berjalan menuju mobilnya, mereka bergandeng tangan dengan mesra. Bahkan lelaki itu sempat mencium kening si perempuan dengan hangatnya. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, laki-laki itu menyalakan mesin mobilnya, kedua tangannya sudah bersiap untuk memegang kendali penuh di atas kemudi bundar itu. Sekali lagi laki-laki itu mencium kening gadis cantik itu dengan hangat..., bahkan ia sempat memeluk kepala perempuan itu seraya mengelus rambut panjang ikalnya itu.
         Setelah mereka tancap gas, aku langsung berlari menyiapkan motor bututku. Segera aku pun menunggangi motorku dan ikut tancap gas!. Ayah dan Ibu bertanya "Arep nyandi???"(Mau ke mana?). Aku jawab "dolan rumiyin...muter-muter cari angin!!"(Mau main dulu..muter-muter cari angin!).Itu hanya jawaban basa-basiku saja.Yang jelas aku benar-benar penasaran dengan mereka berdua..., mereka itu siapa. Aku punya alasan untuk penasaran. Alasan yang pertama, mereka itu orang dari daerah mana?, kedua, mereka itu pasangan apa?, Ketiga..jarang sekali ada orang yang seperti itu membeli panenanku, apalagi mereka membawa hasil panenanku itu dengan mobil mewahnya. "Apa ga sayang ruangan dalam mobilnya nanti kotor dan berdebu??". Alasan keempat, perempuan itu sangatlah cantik, aku seperti terpana melihat sosok "perempuan itu dan dia itu apanya bapaknya itu ya??, istrinya?pacarnya?atau aduuuh...jangan-jangan selingkuhannya??Kok mau ya ama bapak-bapak??tapi bapaknya itu kan tampan?dan pasti ia kaya!, tapi ya sudahlah!".itu semua terus mengusik hatiku. Dan alasan yang terakhir adalah..memang dasarnya aku ini orang yang suka ingin tau tentang orang lain, penasaran, apalagi yang menimbulkan tanda tanya di pikiranku.
         Semakin jauh aku mengikuti mereka, ternyata mereka justru tak menuju ke kota. Padahal aku sudah mulai khawatir jika mereka melawati jalan-jalan kota, aku pasti ga akan berhasil mengikutinya meskipun dari jauh. Karena aku tak membawa helm, bahkan surat-surat. Maklum pak polisi pasti selalu sigap meniup peluit, menghadang dan mengejar para pengendara yang tanpa mengenakan helm. Sudah pakai helm pun kadang juga diberhentikan di tengah jalan, dipriksa surat-suratnya lengkap atau engga. kalau engga mereka pasti bilang"Sidang ya???"...dan kebanyakan orang sering pula menjawab "damai aja ya pak" seraya mengajak salaman pak polisi. Tapi di antara persentuhan telapak tangan mereka ada apa ya??hehe..Salam tempel!!.huhuy..!. Tapi ada juga lho pak polisi yang menolaknya!,hehe. Aaah katanya udah ga ada inspeksi, operasi kelengkapan surat-surat kendaraan lagi..SIM, STNK" . Kata Mr.Presiden.."Hal itu tidak efektif dan ga ada korelasinya ama kecelakaan lalu lintas..yang penting bagaimana mengatur lalu lintas para pengendara agar bisa aman dalam perjalanan,menganjurkan mereka menggunakan alat-alat kelengkapan berkendara seperti helm, spion dsb-nya".

        Waduh cerita tentang helm cukup bisa sedikit mengalihkan perhatianku pada target yang aku ikuti, tapi aku langsung siaga penuh lagi sembari berkonsentrasi pada target. Mereka berdua dengan mobilnya justru masuk ke desa-desa sekitar.., sesampainya di dalam kampung mereka sesekali berhenti dan mengamat-amati rumah-rumah di sekitar. Ternyata mereka selalu berhenti pada rumah-rumah yang sederhana.., bahkan ada juga yang tak layak. Jauh lebih tak layak dibandingkan rumahku yang juga hanya sederhana. Mereka berdua turun dari mobil, kemudian mengambil karung panenan itu satu demi satu, membagikannya dari rumah ke rumah. Rumah yang menurut mereka layak untuk diberi. Iya "diberi" kataku, karena ternyata mereka hanya membagi-bagikan karung panenan itu dengan cuma-cuma. Begitu terus berulang kali. Kuamati dari jauh mereka berdua tak menerima sepeser uang pun dari tangan-tangan anggota keluarga di rumah itu. Mereka hanya bertamu tanpa masuk ke dalam, hanya mengetuk pintu sepertinya sambil mengucap salam menunggu para penghuni rumah keluar. Setelah penghuni rumah keluar, mereka langsung memberikan karung-karung itu sambil tersenyum dan sambil mengucap kata-kata yang entah aku tak tahu. aku hanya bisa mengamati gerak mimik mulut mereka karena aku mengamati dari jauh dan senyum perempuan itu ternyata sangat indah jika dipandang dari jauh.."wuuuih" ucapku dalam hati, bibirnya masih terlihat merekah samar-samar dari kejauhan.
         Sepertinya karung-karung itu hanya tinggal beberapa, tapi aku jadi penasaran dengan setiap kta-kata yang mereka ucapkan kepada setiap penghuni rumah yang mereka kunjungi. Akhirnya sebelum karung itu habis dibagikan, untuk rumah berikutnya nanti, aku memutuskan untuk mendekat. Mencoba mencari tahu dalam rangka apa pasangan itu membagi-bagi panenan yang telah mereka beli dari hasil kerja keras keluarga itu. Akhirnya untuk rumah berikutnya, kusandarkan motor butuku, berjalan menepi dengan gerak tubuhku yang seolah ingin mengintai. sambil lari kecil aku berusaha mencari tempat-tempat yang bisa menutupiku dari pandangan mereka berdua. terus berlari sambil menunduk dan mendekat ke dinding bambu rumah samping Pintu depan. Aku tak mau ketauan oleh mereka, aku ga mau mereka sampai tau kalo aku mengamati mereka semenjak mereka pergi dari rumahku tadi. Semakin mendekat dan akhirnya iya aku berada 5 meter dari obrolan mereka..semakin kutempel kupingku pada dinding luar rumah. "aduuuuuuh", ternyata kakiku tersandung batu di sekitar rumah. Padahal maksudkau aku ingin lebihl mendekat lagi. "Aduh bodohnya aku...kenapa aku tadi harus berteriak kencang seperti tadi!!!" ucapku dalam hati.
          Segera si ibu pemilik rumah " Sopo yo kui???" ("siapa ya itu???"). Dan bodohnya lagi mulutku tiba-tiba menjawab "kula buuuuu!!!" ("saya bu!!"). kemudian mereka bersama-sama menengok ke samping rumah dan melihatku. Mereka memandangiku dengan cukup aneh, tapi si perempuan cantik itu tersenyum, dan senyumnya masih saja cantik, secantik parasnya. Tiba-tiba perempuan itu mendekatiku, menggapai tanganku, menggenggamku dan menarikku seraya berkata "sini-sini mas". Aku menunduk malu,namun matau melirik wajahnya yang terus menebar senyum cantik. Tiba-tiba ibu si pemilik rumah menyahut, "Oh mbak e kenal to karo mase sing blusuk an ndelik niku??tak kiro maling..hehehehe" ("Oh mbaknya kenal ya sama mas nya yang sembunyi-sembunyi itu tadi, saya kira dia maling...hehehe").tawanya terkekeh. Kemudian mbak cantik itu menjawab "Nggih bu kula kenal, ini tadi teman saya yang ikut bantu-bantu membagikan karung-karung ini di rumah-rumah yang lain". Si ibu pun menjawab "oalah mbak e ayu ternyata bisa basa jawa juga to???hehe". Kemudian si bapak itu ikut menyahut"iya bu ini temannya Felisa, dia tadi yang telah banyak membantu kami membagi-bagikan karung-karung ini".
        "Ini dalam rangka apa Pak..Mbak... kok saya tiba-tiba diberi ini semua", si ibu bertanya.
        "Oh itu syukurannya felisa bu...dia habis wisuda dari kuliahnya, itu juga dibeli dari hasil tabungan dan kerja sambilannya felisa sendiri..ga apa-apa bu jngan sungkan menerimanya", jawab si bapak.
        "Loh baru lulus kok sudah punya uang pak, sudah langsung kerja??" tanya si ibu.
         "Oh itu dari hasil usaha kwarung makan yang dirintis felisa semenjak ia kuliah dulu bu.., jumlahnya cabangnya sudah lumayan", jawab si bapak kelihatan bangga."Ya sudah bu kami langsung pamit, terima kasih", si bapak menyambung pembicaraan.
         "Oh sudah cantik pinter cari uang lagi mbak ayu ini" jawab si sibu sambil mencubit gadis yang bernama Felisa itu.

        Kemudian kami berpamitan, aku jadi terasa canggung karena harus berpura-pura menjadi bagian dari mereka berdua. Padahal aku bukan siapa-siapa mereka. Aku hanya penguntit yang terus ingin tahu urusan mereka. Kemudian selesai berpamitan mereka mengajakku masuk ke dalam mobil mereka.
         "Maaf pak, mbak saya bawa motor.."jawabku atas ajakan mereka.
         "Mana motornya mas??", tanya Felisa.
         "Itu di ujung jalan...mbak, jawabku seraya menunjuk dengan jari telunjukku. Rasanya aku benar-benar malu. Aku selalu menjawab dengan muka yang selalu menunduk dan berani memandang wajah mereka.
         tiba-tiba si Bapak menyahut, "Ga apa-apa mas ditinggal di rumah ini aja, dititipin sama ibu itu,kita makan bersama dulu, terus nanti mas-nya saya antar ke sini lagi, mas-nya tahu warung makan enak dekat sini kan??"
         "Iya pak saya tahu.."jawabku sembarangan karena bingung.
          "sebentar ya pak saya ambil motor saya dulu, mau saya titipkan ke rumah ibu nya itu."kataku.
          "Iya monggo..." jawab si bapak. Sementara Felisa cantik terus memandangiku dengan senyuman, kaca mata hitamnya ia kenakan di jidat bagian atas sambil ditarik ke belakang selayaknya bando perapi rambut."Ya ampun...ternyata felisa benar-benar cantik jika semakin kupandang" ucapku dalm hati.
           Aku benar-benar tak bisa menolak ajakan mereka, entah karena malu, takut, atau memang aku senang dengan keramahan mereka berdua. Selesai kutitipkan motor segera aku ikut masuk ke dalam mobil mereka, aku duduk di bagian belakang. Kulihat seisi ruangan dan interior mobil kelihatan kotor karena debu-debu tanah dari karung panenan tadi. Mobilpun berjalan,,sementara felisa melihatku dengan mata indahnya melalui spion di dalam mobil di samping kiri atas kemudi mobil. Ia terus meilhatku sambil tersenyum. Kulihati seluruh tubuhku cukup kotor, sambil memakai kaos seadanya, dan celana pendek kotor.
          "Mas-nya yang jualan panenan di desa sebelah tadi kan??sudah ngikutin kita ya dari tadi...??, aku sudah tahu semenjak mulai dari jalan keluar kampungnya masnya tadi.,kok..", tanya Felisa sambil tersenyum.
          Kemudian si Bapak menyahut"oh iya mas kenalkan saya bapaknya felisa dan ini felisa, kami sebenarnya orang kota yang pulang merantau mas, Dulu nenek dan kakek Felisa tinggal di desa itu tadi. kami merantau, memang permintaan felisa agar kita pulang kampung dulu..katanya dia sudah kangen dengan suasana masa kecilnya dulu"
         "Iya mas masa kecilku sampai kelas 6 SD aku tinggal di sini ama kakek nenek. sedangkan ibu dan bapak merantau ke Bandung. Kita jarang pulang lagi, karena kakek ama nenek juga sudah meninggal, kami pun juga sudah menetap di Bandung.", kalau mas-nya kan tinggal di desa sebelah. Kalau kampungku dulu di sini mas,"Felisa pun menambahi.
         "O iya aku mau nanya mas-nya kok ngikuti kita berdua ada apa??hehe, jadi pengen tau neh aku.hihi", tanya Felisa.
        "Oh...engga mbak...aku tadi kebetulan lewat"jawabku terbata.
        "Sudah gau usah berbohong kita sudah tahu semenjak dari tadi lho.."
        "A..a...a..ku penasaran mbak..."
          "Apa yang bisa bikin mas-nya penasaran??"
         "Banyak mbak...saya ga bisa sebutkan satu per satu", jawabku. "Tapi yang  paling kuingat di saat bingung seperti ini, kayaknya ya karena mbak felisa itu can...can...tik...."
         "Hahahahaha...terima kasih...mas...", sahut Felisa..
         "Wah..wah Mas-nya ini bikin Felisa jadi besar kepala lho..hehehe", Jawab si bapak.
         "Tapi beneran neh mas ga ada hal lain lagi yang bikin mas-nya penasaran sama kita??".tanya Felisa.
         "Ada seh mbak...tapi saya lupa...hehe", jawabku sambil takut dan malu.
         "Penasaran juga ga apa-apa kok mas..aku tahu masnya ini dari wajah-nya kelihatan kalau orang baik",itu kata Felisa. disahut senyuman kecil oleh Si bapak.
         Kok ada ya wanita cantik, baik, kaya, rela melakukan hal yang seperti itu tadi untuk orang lain, dan bapaknya pun juga sepertinya juga orang baik. "Berbagi...ia mau berbagi dengan orang lain..., berbagi rezeki, berbagi senyuman, dan menghibur orang lain dengan senyuman wajah cantiknya. Andai aku boleh berlebihan.. ingin aku berkata ."Apa ia bidadari yang di utus untuk memberi dan berbagi dengan orang lain ya?". Sampai dewasa ini, aku baru melihat untuk pertama kali nya orang baik seperti mereka itu. Apalagi di sekitar lingkungan desa-desa ini, ada juga orang-orang kaya..tapi tak pernah aku melihat mereka mau berbagi dengan tetangganya yang hidupnya miskin dan pas-pasan. Mudah-mudahan mereka memang seperti dugaanku sementara ini, bahwa mereka adalah orang-orang yang memang baik hati.
       "Oya mas besuk pagi aku minta bantuan ya sama kamu, besuk mau kan bergabung dengan kita membagikan hasil panenan lagi??", Tanya Felisa.
       "Tapi kan karung panenan di dalam mobil ini sudah habis mbak??"tanyaku.
       "Ya besok pagi beli lagi di rumahnya mas-nya..."
       "Oooooh begitu ya.....iya mbak...bisa", jawabku. sambil teriring ucapan kata "Alhamdulillah" dalam hati ini.
        "Oh iya kita berhenti di masjid dulu ya Ayahku sayang...sholat Dzuhur dulu, sudah adzan". kata Felisa.
        "Masjid yang deket dari sini mana ya mas??", tanya si Bapak.
       "Oh ada pak..jalan ini lurus terus saja.., ada perempatan di sebelah kanannya..".sahutku.

       Selama di dalam mobil itu perasaanku aneh rasanya. Aku bersama orang-orang yang baru saja kukenal, tapi sepertinya aku sudah lama mengenal mereka. Rasanya nyaman di hati...ini. Tapi mereka berdua sungguh bukan Malaikat, Felisa juga bukan Bidadari..

(Ayuth Wahyu Sapto Prasojo, 17 April 2012, 00.00- 02.11 WIB)

Tentang Manusia Bertopeng

Jangan-jangan apa yang kukatakan, kusampaikan, dan kuperbuat adalah kesombongan belaka?. Niat mulia utk mengatakan yg baik, berbuat yg baik, mnjadi kabur jika telah teracuni oleh "kesombongan". 
Kesombongan adalah prbuatan yg bisa saja dilakukan secara tidak disadari karna didorong oleh sebuah keinginan mencitrakan diri, untuk membentuk sebuah "impresi reputasi" di hadapan orang lain. 
Padahal jika pondasi sebuah perbuatan benar2 berasal dari ketulusan dan niat untuk berbuat baik, sebuah citra dg sndirinya scara natural akan terbentuk. 

Namun sadarilah, kesan apa yg ditangkap oleh orang lain tntang diri kita, jelas tak akan mungkin sama spenuhnya dengan diri kita yang sbenarnya. Inilah yg mjd prinsip dasar knp manusia memakai topeng, krn hanya kita sendirilah yg paling mengerti siapa sebenarnya diri kita. 
Benarkah kita ini trmasuk manusia yg slalu bertopeng??. Dan kemudian menjadi pahlawaaaan bertopeng.

Ibu, Ayah...I Love You So Much...

Saat aku membuat salah..engkau resah tapi tetap memberi arah..
Saat aku bahagia...engkaulah orang lain yang paling ikut merasa bahagia..
Saat aku bisa bertindak benar..Engkaulah dua orang yang akan paling merasa bangga..
Aku terlahir dari paduan cintamu..atas izin cinta dari Sang Raja Kehidupan..

Saat jauh..aku merasa sangat merindu..
Saat dekat..aku bahagia..tapi tak berhenti juga rasa rindu itu..

Sosok penuh welas asih, kaya cinta, lapang pelukan, yang selalu ku cinta..
Sosok kuat, keras, berwibawa, pemberani, yang selalu ku puja..

Sepanjang perjalanan hidupku..engkaulah sosok sepasang yang selalu mengemudi ketika aku belum mengerti..
Saat aku mulai mengerti..engkaulah sosok sepasang yang selalu setia menjadi penunjuk Jalan..
Jalan benar..Jalan ingat..Jalan sabar..Jalan juang..Jalan waspada..Jalan yang penuh bunga-bunga do'a..

Berapa kali ku menangis untuk sekedar mengingat semua perjuangan mereka mencintaiku???
Berapa kali ku menangis untuk sekedar mengingat semua perjuangan mereka mendidikku????
Berapa kali ku menangis untuk sekedar mengingat semua perjuangan mereka menghidupiku???
Hanya mengenang saja mampu kuhitung..Hanya menangis untuknya saja masih mampu kuhitung pula..
Tapi tak mampu aku mampu menghitung cintanya, perjuangannya, dan perannya..

Tak perlu pikirkan bagaimana cara membalasnya..
Semakin memikirkan bagaimana caranya..semakin merasa kecil diri ini karena tak akan mampu..
Tapi cukup aku ingin Ibu dan Ayah tau bahwa aku selalu berkata "I love You So Much..Ibu.., I Love you So Much...Ayah",meski terkadang itu hanya terucap di hati saja..
Tapi aku ingin selalu belajar untuk tak pernah malu mengatakan itu di Hatiku, di Bibirku..
Aku ingin selalu belajar untuk tak pernah enggan mengatakan itu di Hatiku, di Bibirku..
Aku ingin selalu belajar untuk tak pernah malu mengatakan itu di Hatiku, di Bibirku..
Aku ingin selalu belajar untuk selalu ingat mengatakan itu di Hatiku, di Bibirku..

Karena engkau teramat layak untuk mendapatkan "Sebaris kalimat indah itu" dariku..

Belajar Bersyukur dari Anak-anak

Menjalani hari ini bersama anak-anak sungguh indah adanya. Bersama mereka begitu terasa kebahagiaan dan kedamaian yang jujur. Kenapa kebahagiaan ini terasa jujur karena dulu pernah aku memaksakan diri untuk merasa bahagia meskipun akhirnya kebahagiaan itu memang terasa. Tapi kali ini aku bersyukur karena kebahagiaan itu hadir begitu saja, tanpa aku buat-buat, tanpa aku paksakan. Bersyukur..., karena hari ini aku masih diberikan kesempatan oleh_Nya untuk bisa tersenyum bersama anak-anak. Anak-anak yang lucu, polos, lugu, menghibur dan penuh gairah. Bahkan samapi-sampai aku sering mengatakan bahwa anak-anak adalah contoh nyata simbol dan Icon "kedamaian" dalam hidup ini. Yang membuatku mendasari untuk mengatakan ini bukan tanpa alasan, tetapi sejujurnya alasanku hanya satu..yaitu tentang "perasaan hati " ini. Hati ini selalu merasa damai ketika melihatnya. Anak yang pendiam, anak yang lucu, anak yang cerdas, anak yang polos, anak yang lugu, anak yang nakal sekalipun, masih saja dari sosoknya bisa kutangkap sebuah kedamaian. Dan masih tentang bersyukur.., aku pun juga bersyukur karena hari demi hari kini "kebahagiaan" itu semakin rajin menghiasi waktu-waktu di hidupku.
Aku jadi ingat tentang sesuatu..sekitar satu bulan yang lalu. Ada pelajaran besar yang kudapat dari sebuah obrolan sepele bersama anak-anak yang hebat. Singkat cerita dari berbagai macam obrolan dan tetek bengek cerita, tiba-tiba si anak berkata seperti ini,"meski sedikit tetaplah disyukuri.." pak. Entah kenapa kemudian kata-kata itu benar-benar terngiang dipikiranku, bahkan kata-kata seperti itu sering kudengar dari berbagai macam ustad, motivator, mentor, senior, sesepuh dll. Tapi jusru dari mulut anak-anak hebat itu kata-kata itu menjadi lebih sering kuingat dari sebelum-sebelumnya, hingga membuatku ingin belajar caranya mensyukuri. Tapi Iya...aku sadar..semua memang masih dalam tahap belajar, karena aku merasa..aku belum menjadi golongan orang yang pandai bersyukur, tapi pesan positifnya setidaknya "dengan mau belajar aku telah mencoba, dengan mau mencoba aku telah belajar". Itu akan lebih baik daripada "tidak mencobanya sama sekali, tidak belajar sama sekali". Mudah-mudahan ini bisa berarti menjadi sebuah proses perjalananku untuk menuju "mensyukuri yang sedikit agar diberikan yang lebih banyak"oleh_Nya. Agar membuatku semakin yakin bahwa itulah cara-cara untuk membuka"pintu pertama" menuju kebahagiaan-kebahagiaan selanjutnya.
Anak-anak telah mengajariku dengan kepolosannya menasehatiku, anak-anak mampu memberi cermin sakti bagi jiwa yang mulai buram dan abu-abu. Kenapa mereka bisa melakukannya dan mengapa dari merekalah bisa membuatku menjadi ingat dan kembali bercermin???. Pikirku cuma sederhana, karena anak-anak adalah kepanjangan tangan Tuhan yang kadangkala justru bisa berpikir lebih jernih dari seorang dewasa yang telah dipenuhi pikiran dan beban kehidupan. Anak-anak bisa lebih jernih berpikir dan menggunakan hatinya dibandingkan orang-orang dewasa yang telah cukup banyak terkontaminasi racun-racun dunia. Hingga Tuhan memberikan dan menitipkan pesan kebaikan pada seorang yang menurut_Nya layak untuk dititipi...yaitu anak-anak, agar pesan kebaikan itu disebarkan kepada orang dewasa yang seringkali lebih lalai dibandingkan anak-anak.
Ayuth Wahyu Sapto Prasojo (12-2-2012)

Media (Pers), Sebuah Kekuatan yang Bisa Membawa Perubahan

Oleh :
Wahyu Sapto Prasojo (Ayuth)
  Peran sebuah media menjadi sangat penting dalam perkembangan masyarakat dewasa ini. Pers dengan segala kegiatan jurnalistiknya ikut menentukan arah perkembangan serta dinamika suatu budaya di dalam masyarakat. Seiring dengan perkembangan waktu, masyarakat menginginkan sebuah informasi tentang segala kejadian yang ada di sekitarnya. Kebutuhan akan informasi berita menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakat modern. Adanya media seperti surat kabar, majalah, radio, televisi hingga internet memudahkan manusia untuk mendapatkan informasi.
            Media memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam ikut menentukan dinamika kehidupan masyarakat. Media bisa menjadi sebuah alat komunikasi-informasi yang memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat, karena media juga merupakan sebuah alat penyampai pesan yang bisa tersebar luas ke berbagai penjuru lapisan masyarakat. Hampir setiap harinya masyarakat yang terdiri dari berbagai lapisan dan strata sosial selalu bersentuhan dengan media, contohnya membaca surat kabar, majalah, mendengarkan radio, menonton televisi, serta mengakses internet. Hal itu dilakukan dengan berbagai macam motivasi dan alasan. Ada yang sekadar hanya untuk mencari hiburan, sekedar ingin mendapatkan informasi, berita, peristiwa terkini atau lebih jauh lagi berharap agar bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Apa yang mereka baca, apa yang mereka dengar, apa yang mereka lihat akan selalu direspon dan disikapi oleh setiap orang dengan caranya masing-masing.
            Perkembangan teknologi yang seolah terus bergulir tiada henti selalu memberikan suatu inovasi dan variasi. Manusia yang semakin modern selalu menginginkan segala sesuatu yang lebih baik dan lebih mudah. Begitu pula dalam hal mendapatkan informasi, setiap orang memiliki berbagai macam pilihan untuk mengakses sebuah informasi. Setiap orang bisa mencari dan mendapatkan informasi melalui sebuah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan internet. Melalui sebuah media apakah untuk mendapatkan informasi adalah sebuah kebebasan pilihan bagi setiap orang dengan alasannya masing-masing.
             Dengan adanya berbagai macam pilihan media yang menyuguhkan informasi, ternyata surat kabar masih mendapatkan hati di masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya media cetak yang masih terus eksis, dan bisa dilihat juga dari para penikmat surat kabar yang masih terus ada hingga saat ini. Kebutuhan masyarakat akan informasi, menuntut surat kabar untuk selalu bisa memberikan berita yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat itu pula. Dari mulai berita mengenai kejadian sekitar, berita nasional, internasional, dan berita mengenai berbagai macam bidang kehidupan yang ada. Para pembaca surat kabar tentunya bukan sekedar terdiri dari pembaca yang hanya menelan mentah-mentah mengenai berita yang didapatkannya, tetapi juga terdapat juga pembaca yang kritis yang selalu menginginkan berita yang faktual, aktual, akurat dan bisa dipercaya mengenai kebenarannya. Tidak sedikit pula ada yang berharap dengan membaca surat kabar bisa menambah wawasan dan pengetahuan karena informasi yang di dapatkan. Hal ini menuntut sebuah kerja keras kegiatan jurnalisme sebuah media cetak atau surat kabar dengan seluruh awaknya untuk selalu bisa meningkatkan kualitas dan kelayakan berita yang disajikan.
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnalisme adalah keseluruhan usaha atau pekerjaan yang mengumpulkan, menulis, mengedit, menerbitkan berita di surat kabar dan lain sebagainya. Sedangkan berita adalah semua peristiwa yang disampaikan atau diceritakan kembali kepada orang lain melalui kata atau gambar, lisan maupun tulisan.
            Jurnalisme memiliki tujuan yang juga sangat dipengaruhi oleh iklim dan sistem yang dianut oleh suatu negara. Di Indonesia jurnalisme bertujuan; melayani kebenaran, memenuhi tanggung jawab sosial, mendidik, melayani hak tau khalayak, dan juga sebagai alat perdamaian (Abrar, 1994 : 10). Adapun fungsi dan peran jurnalisme (pers) menurut Ashadi Siregar, pada tingkat primer adalah untuk masyarakat. Intinya, segala sesuatu yang dilakukan oleh pers adalah untuk masyarakat, untuk itu orientasi yang bersifat primer itu dipenuhi terlebih dahulu, sebab hidup dan mati suatu media secara sosiologis sangat tergantung dari pembacanya. Sedangkan pada tingkat skunder fungsi dan peran pers bisa saja untuk kepentingan-kepentingan yang lainnya.
            Pers sebenarnya mampu berbuat banyak untuk melakukan kegiatan mulia dalam rangka mendidik dan memberikan wawasan kepada masyarakat. Surat kabar sebagai media yang mampu menyentuh segala kalangan dan segala usia, harus mampu menyuguhkan sebuah sajian berita, informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab dapat dilihat dengan bertitik tolak pada fungsi dan peranan jurnalisme secara sosiologis. Pada intinya pers yang sehat adalah pers yang mampu beroperasi di tengah masyarakat secara bebas dan bertanggung jawab. Pers yang bebas adalah pers yang mampu menjalankan fungsinya secara mandiri dan independent, yangtidak dikendalikan oleh kekuasaan eksternal. Aspek wisdom hendaknya tidak pernah ditinggalkan ataupun dilupakan dalam setiap kegiatan jurnalistik. Selain menyajikan berita yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, pers hendaknya juga harus mampu menyisipkan muatan-muatan yang sarat dengan nilai-nilai moral kehidupan dan kemanusiaan. Sehingga pers secara langsung maupun tidak langsung mampu mendidik masyarakat secara bertahap menuju masyarakat yang lebih bermoral, terdidik, kritis, maju, modern dan tetap berbudaya.

Peran, Kedudukan dan Emansipasi Perempuan dalam Kebudayaan Jawa

Oleh : Wahyu Sapto Prasojo
Perempuan dalam Pandangan Masyarakat Jawa
           Masyarakat jawa di berbagai tempat memiliki pandangan yang berbeda mengenai peran dan kedudukan perempuan, sehingga muncul konstruksi yang berbeda-beda mengenai perempuan. Pandangan tersebut dipengaruhi oleh stereotipe yang dikaitkan dengan sifat ataupun fisik laki-laki dan perempuan. Biasanya kaum lelaki dikonsepsikan sebagai makhluk yang lebih kuat jika di bandingkan perempuan. Gambaran kondisi fisik itulah yang pada akhirnya mempengaruhi konsep pembagian peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dikonsepsikan bekerja di wilayah publik (bekerja di luar rumah) yang dianggap tantangannya lebih besar, sedangkan perempuan bekerja di sekitar wilayah domestik (sekitar urusan rumah tangga), yang dianggap tantangannya lebih kecil. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin itu tidak hanya terdapat dalam masayarakat primitif, tetapi juga dalam masyarakat yang sudah maju. Di dalam berbagai lapisan masyarakat, kedudukan perempuan kebanyakan masih berada di dalam sektor domestik yang menyangkut tugas kerumahtanggaan. Pekerjaan di wilayah domestik dipandang lebih rendah daripada pekerjaan di wilayah publik, karena tidak menghasilkan keuntungan materi. Hal inilah yang menyebabkan kedudukan perempuan yang bekerja di sektor domestik dipandang lebih rendah daripada kedudukan laki-laki yang bekerja di sektor publik.
         Dalam budaya masyarakat Jawa dikenal istilah Kanca Wingking (Teman belakang) untuk menyebut istri. Hal itu menunjukkan perempuan tempatnya bukan di depan sejajar dengan laki-laki, melainkan di belakang. Dalam konsep budaya Jawa wilayah kegiatan istri adalah seputar masalah dapur (memasak), sumur (mencuci), dan kasur (melayani kebutuhan biologis suami). Pemetaan wilayah kerja bagi wanita tersebut kemudian dirangkaikan dengan tugas wanita, yaitu macak (berhias diri untuk menyenangkan suami)manak (melahirkan), dan masak (menyiapkan makanan bagi keluarga). Konsepsi itulah yang menyebabkan ruang gerak dan pemikiran perempuan menjadi sempit, karena perempuan menjadi kurang memiliki pengetahuan di luar tugas-tugas domestik (Sofwan, Suhandjanti 2001 : 7)
Menilik Historisitas Perempuan dalam Kebudayaan Jawa
          Sejarah perkembangan perempuan dalam budaya jawa dapat diamati dan dipelajari melalui berbagai sumber. Baik dari cerita (lisan ), ataupun dari sumber-sumber tertulis. Pengamatan melalui cerita lisan dapat diketahui dari cerita yang turun-temurun sejak dari zaman terdahulu sampai masa sekarang. Sedangkan sumber-sumber tertulis banyak terdapat dalam serat-serat atau karya sastra Jawa yang membahas tentang kedudukan perempuan. Surat Centini misalnya, meskipun terdapat juga serat-serat yang lain seperti serat Wulangreh karya Pakubuwana IV dan serat Candrarini karya Ronggowarsito  Selain itu juga banyak cerita, dongeng, babad yang juga bisa untuk dipelajari.
        Kebudayaan Jawa cukup kaya dengan karya sastra yang biasanya ditulis oleh para empu, Raja, atau pujangga pada zaman dahulu. Yang dimaksud dengan sastra Jawa adalah semua hasil karya yang ditulis oleh orang Jawa, yang berisi tentang kehidupan masyarakat Jawa dan didedikasikan bagi masyarakat Jawa. Pada perkembangannya sekarang banyak juga tulisan mengenai kebudayaan Jawa, yang dilakukan oleh penulis atau penulis yang berminat terhadap kebudayaan Jawa. Karya sastra, serat-serat, ataupun tulisan itu ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar dan kuat terhadap masyarakat Jawa. Sejak pada zaman dahulu, masyarakat Jawa juga dikenal sebagai masyarakat yang patuh pada pemimpinnya, para petingginya yaitu raja beserta para punggawanya (para pembantu raja), karena pada kenyataannya karya sastra Jawa banyak ditulis pujangga keraton atau Raja sendiri yang kemudian harus dipatuhi pula oleh rakyat yang dipimpinnya. Menurut Umar Kayam, bahwa sastra Jawa memiliki nilai pengabdian yang tinggi dibanding unsur komersil yang terkandung di dalamnya.
         Karya sastra jawa mengalami perkembangan pada abad XVIII dan XIX. Penulsan karya satra Jawa itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ketika kerajaan-kerajaan di Jawa mengalami kemunduran politik, namun di sisi lain justru terjadi perkembangan di bidang sastra. Jadi sebenarnya penulisan sastra Jawa bertujuan untuk maksud politik tertentu. Seringkali raja juga turut serta berperan dalam perkembangan sastra Jawa. Dan kedudukan raja sebagai tokoh sentral memiliki pengaruh yang kuat bagi masyarakat yang dipimpinnya, sehingga raja sangat dipatuhi begitu juga karya sastra yang yang dibuat olehnya. Gambaran tentang perempuan ideal diungkapkan dalam berbagai karya sastra Jawa. Salah satunya adalah Serat Wicara Keras karya Raden Ngabehi Yasadipura II diungkapakan bahwa perempuan berperilaku sebagai suami. Perilaku tersebut pada prinsipnya masih dalam lingkup pelaksanaan kewajiban perempuan dalam mewujudkan kesejahteraan rumah tangga. Perilaku perempuan terhadap suaminya harus dilandasi kelhuran dan keutamaan. Perbuatan yang harus dilakukan oleh perempuan sebagi istri adalh takut dan berbakti kepada suami (Wedi lan Bekti ing Laki).
         Dalm Serat Centhini pupuh 360 Dhandhanggula bait 30-34, ada sebuah nasihat yang menggambarkan sikap perempuan terhadap suami dikemukakan oleh Syeh Amongraga terhadap Niken Tambangraras, istrinya. Disebutkan bahwa terdapat dua hal yang perlu dingat oleh seorang istri, yaitu takut kepada Allah dan takut kepada suami, sehingga akan mendapat pahala di dunia dan di akhirat. Kekotoran dan kekusutan lahir batin akan sangat tergantung pada ada atau tidaknya rahmat didunia dan akhirat. Gambaran tentang wanita ideal juga dikemukakan juga dalam Serat Wulangreh Putri. Karya ini lebih menekankan pada tugas-tugas wanita selaku istri yang berkewajiban mengabdi sepenuh hati kepada suami.
          Pada dasarnya apa yang tertulis dalam karya sastra Jawa yang membahas tentang perempuan, menempatkan perempuan pada posisi yang tersubordinasi tidak bisa dilepaskan dari cara pandang serta budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial saat itu. Pandangn-pandangn yang dibentuk oleh budaya Jawa sebagaimana tercermindalam karya sastra Jawa tersebut bertitik tolak dari semacam anggapan ataupun keyakinan stereotipe perempuan. Gambaran perempuan Jawa menurut cara pandang budaya Jawa adalah sebagai berikut.
         Pertama, secara kodrati perempuan adalah makhluk lemah jika dibandingkan dengan dengan laki-laki sehingga perlu perlindungan dari laki-laki. Kedua, karena perempuan dipandang sebagai makhluk yang lemah sehingga perlu perlindungan dari laki-laki, nasib perempuan sebagai istri tergantung pula pada suami. Ketiga, perempuan diciptakan dari bagian tubuh laki-laki. Keempat, perempuan diciptakan untuk berbakti kepada laki-laki (suami).Kelima, kedudukan perempuan semata-mata masih dipandang sebagai alat reproduksi. Keenam, perempuan hanya mengurusi soal-soal domestik, urusan kerumahtanggaan, atau urusan dapur. 

Emansipasi Perempuan dalam Kebudayaan Jawa
         Emansipasi perempuan jawa sangat menarik untuk dipelajari, karena melihat peran dan kedudukan perempuan yang dianggap sebagai Kanca Wingking (teman belakang) dalam pandangan masyarakat jawa telah berakar lama. Disaat perempuan menginginkan sebuah usaha dan cita-cita yang tidak mau kalah dengan laki-laki, tetapi perempuan jawa juga akan bergesekan, berbenturan terhadap budayanya sendiri yaitu pandangan yang sedikit banyak telah menempatkan perempuan pada tempat kedua (kanca wingking). Yaitu tempat kedua setelah laki-laki yang mendapatkan tempat yang pertama. Sehingga permasalahan ini sangat menarik untuk dikaji, agar bisa memberikan manfaat bagi perkembangan masyarakat jawa, khususnya bagi kaum perempuan jawa itu sendiri.
         Budaya Jawa yang berkaitan dengan kedudkan dan peran perempuan itu telah belangsung lama, secara turun temurun. Perubahan pandangan terhadap perempuan secara berangsur mulai berubah sejak R.A. Kartini memperjuangkan hak memeperoleh pendidikan bagi perempuan. Sedikit demi sedikit para perempuan mengetahui hak-haknya, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.
        Selama perempuan Jawa belum bisa keluar dari konsep perempuan yang ditempatkan pada posisi kedua, perempuan harus terus berjuang dengan semangat emansipasinya agar benar-benar mendapatkan cita-citanya yaitu mampu bersaing dengan laki-laki. Perempuan harus benar-benar mampu menunjukkanya melalui usaha yang keras dalam bidang apapun atau sampai pada prestasi yang bisa ditunjukkan. Dan pada kenyataannya sekarang banyak dari kaum perempuan yang mampu menunjukkan kemampuannya, dan itu bisa menjadi alasan bahwa perempuan memang pantas untuk bersaing secara sehat dengan laki-laki.
         Konsep Budaya Jawa mengenai perempuan sewaktu-waktu bisa berubah menurut perkembangan zaman. Dan kaum perempuan Jawa sendirilah yang mampu merubahnya. Apakah ingin tetap memegang konsep budaya jawa yang menempatkan perempuan pada posisi kedua atau mulai beranjak untuk tidak terlalu terpaku pada konsep budaya itu dengan cara menunjukkan secara nyata apa yang bisa dilakukan oleh perempuan sebagai sesama makhluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Perjuangan harus terus dilakukan disaat kaum perempuan benar-benar mengidam-idamkan cita-cita emansipasi yang dilihami dari tokoh Pahlawan perempuan Indonesia yaitu R.A. Kartini. Meskipun sulit mewujudkan cita-cita itu, tetapi usaha dan perjuangan masih bisa untuk terus dilakukan, karena mengingat seringkali usaha itu terbentur dengan budaya patriarki yang masih kuat di Jawa bahkan diseluruh bagian lain di  Indonesia. Sehingga kaum perempuan harus benar-benar bekerja keras  mewujudkan cita-cita emansipasi itu.



Daftar Pustaka :
Lombard, Denys, 1996, Nusa Jawa : Silang Budaya (Warisan Kerajaan-kerajaan   Konsentris), Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Soekmono, R, 1973, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia, Kanisius, Yogyakarta.
Sukri, Sri Suhandjati, Ridin Sofwan, 2001, Perempuan dan Seksualitas dalam tradisi    Jawa,  Gama Media, Yogyakarta.

Internet :
'apakabar@clark.net

Mempersiapkan Anak-anak kita

Jika kita bersama mau untuk melihat dan mengamati secara lebih jeli, tentunya kita merasa prihatin dengan perkembangan anak-anak sekarang yang mulai memprihatinkan, banyaknya kita jumpai berita di televisi ataupun mungkin di sekitar kita sendiri, tentang anak-anak ataupun pelajar yang seringkali tawuran, mencuri, melakukan tindakan tidak senonoh, mengkonsumsi narkoba, anak kecil yang sudah mulai merokok, anak-anak atau remaja yang membentuk suatu komunitas (kelompok,perkumpulan) yang kegiatan-kegiatannya cenderung mengarah ke tujuan yang negatif, anak-anak yang kurang menhargai orang tua, anak-anak yang tidak memiliki tata krama dan lain sebagainya. Seolah etika yang dulu masih dipegang kuat, rasa kepedulian, rasa kekeluargaan,rasa mencintai sesama, kegotongroyongan kini sudah mulai luntur karena kini telah kalah dengan sifat-sifat egoisme, individualis, gaya hidup yang berlebihan dan cenderung menuju ke arah yang negatif. Ini adalah contoh nyata degradasi moral yang secara langsung dapat kita saksikan dan dapat kita rasakan bersama.
Hal-hal semacam itu adalah sebuah fakta (kenyataan) di dalam kehidupan sekitar kita, yang merupakan imbas dari perkembangan zaman, perkembangan teknologi yang bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia tapi juga di sisi lain memberikan dampak negatif pula. Dunia teknologi mampu mempermudah cara-cara hidup manusia, memberikan keleluasaan bagi setiap orang untuk mengakses segala macam bentuk pengetahuan dan informasi dari berbagai macam belahan dunia. Namun di sisi lain ada efek negatif pula yang terkadang ikut terserap. Misalnya budaya-budaya dan gaya hidup dari daerah ataupun negara lain yang kurang sesuai, kemudian dengan serta merta ditiru dan diterapkan ke dalam kebudayaan kita sendiri, tanpa memperhatikan lagi norma, etika, adat, yang berlaku di daerah kitas sendiri.
Salah satu bentuk nyata perkembangan teknologi yang sangat luar biasa pesatnya adalahinternet. Mungkin secara mudahnya,bisa diumpamakan bahwa ”hampir semua yang ingin kita cari ada di sana”(di internet).Seolah sekat-sekat atau tembok yang dulu membatasi setiap negara dengan masing-masing budayanya, kini telah terbuka dan mempertemukan segalanya menjadi satu. Hal ini tentunya memberikan sebuah tantangan baru bagi kita. Karena hal tersebut merupakan dua buah mata pisau yang memberikan pengaruh yang positif maupun negatif.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju tersebut, pengaruh teknologi dan budaya yang terus berkembang akan memberikan pengaruh signifikan yang akan menimbulkan dampak positif dan negatif bagi perkembangan psikologi anak-anak. Kehidupan yang terus berkembang dengan masalah yang semakin komplek, persaingan hidup yang semakin kompetitif di masa yang akan datang, menuntut kita untuk mempersiapkan anak-anak kita, untuk menjadi anak-anak yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Di masa sekarang anak-anak tidak hanya cukup dibekali dengan kecerdasan intelektual  saja, namun sangat perlu dibekali dengan kecerdasan spiritual  dankecerdasan emosional.
Kecerdasan intelektual telah diajarkan di setiap sekolah dengan berbagai macam mata pelajaran yang diajarkan, namun masih ada dua kecerdasan yang sangat perlu pula untuk dimaksimalkan, yakni kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional, terlebih jika itu dilakukan semenjak dini. Hal tersebut tentunya akan menjadi bekal yang baik bagi anak-anak untuk menghadapi masa-masa mendatang.
Sedangkan kecerdasan spiritual dapat diasah dengan memberikan pembekalan ajaran agama, budi pekerti, pentingnya kasih sayang, dsb nya. Apapun alasannya, membekali anak-anak dengan memberikan ajaran agama, budi pekerti, etika, rasa cinta dan kasih sayang akan selalu penting. Karena itulah yang akan menjadi bekal dan pengawal bagi anak-anak kita ketika menghadapi perkembangan zaman. Memberikan ajaran agama, budi pekerti, etika, rasa cinta dan kasih sayang, tak akan pernah menjadi sebuah metode yang kuno meskipun zaman ini terus berkembang menjadi jauh lebih maju ataupun menjadi lebih modern.
Selain itu terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengasah kecerdasan emosional, misalnya melatih anak-anak untuk selalu melakukan kegiatan yang bersifat kreatif seperti : menggambar, melukis, mewarnai, membekali ketrampilan, bernyanyi, bermain musik, out bond, dsb nya. Kecerdasan emosional akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan mental anak-anak. Hal ini juga akan memberikan dampak secara langsung terhadap perkembangan psikomotorik anak. Segala potensi yang dimiliki oleh anak-anak harus dimaksimalkan agar anak-anak tumbuh menjadi seorang yang kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki rasa percaya diri. Karena anak-anak kelak akan menjadi sukses melalui kepandaiannya, bakatnya, minat, ataupun hobbynya.
Yang terpenting adalah mereka semua akan menjadi seorang yang sukses sesuai dengan bidangnya masing-masing, karena ketekunannya, keuletannya, smangat dan kerja kerasnya. Karena tanpa ketekunannya, keuletannya, smangat dan kerja keras, sebuah kepandaian, bakat, minat ataupun hobby, kecil kemungkinannya bisa menjadi sesuatu yang optimal, yang mendatangkan kesuksesan.
Menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk mempersiapkan anak-anak (anak didik) kita, agar menjadi anak yang tangguh yang siap dan mampu menghadapi kemajuan zaman yang menyuguhkan berbagai macam masalah yang kompleks, yang menuntut seseorang untuk mampu bersaing di tengah iklim kehidupan yang semakin kompetitif. Yang juga menjadi sangat penting adalah semaju apapun zaman, anak-anak harus tetap memiliki tata krama, etika, sopan santun,tenggang rasa, peduli terhadap sesama dan memiliki budi pekerti yang baik. Agar kebaikan hatinya senantiasa ter-asah, hingga kelak ketika menjadi orang yang pandai, sukses, kaya ataupun ketika menjadi seorang pemimpin tetap menjadi seseorang sosok hebat yang masih "mempunyai hati".

Oleh : Ayuth Wahyu SP