Assalamu'alaikum. Wr.Wb
Mengapa harus kentut??. Memangnya tak ada bahasan lain yg lebih penting selain kentut?. Berikut Ini alasan saya :
1. Justru kali ini saya ingin mencoba cara berpikir yang sebaliknya. Yaitu tentang banyak persepsi orang yang menganggap kentut itu sebagai peristiwa yang biasa-biasa saja dan cenderung dianggap sepele. Bagaimana kalau kita mencoba berpikir seperti ini, "Kalau yang dianggap sepele saja belum mampu kita pikirkan & kita pahami secara lebih dalam, lalu bagaimana kita mampu menemukan sesuatu yang dalam pada hal-hal yang besar & penting??". :)
2. Saya memang sedang ingin membahas si kentut ini, karena menurut saya kentut itu peristiwa yg unik, menggelitik tapi jarang orang yg mau membicarakannya secara panjang dan lebar. Ya anggap saja ini semua omong kosong tak penting :)
Ya kentut memang sering dianggap peristiwa yang sepele, seringkali dianggap hal yang menjijikkan, kotor, tabu, bahkan hina. Atau jika masih ada yang tak menganggapnya seburuk itu. Paling-paling ya sebatas menganggap kentut sebagai peristiwa yang hanya lewat sambil lalu, yang terjadi begitu saja, selesai, terus ya sudahlah. (Dan saya ini termasuk salah satunya hehe).
Kentut itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Bahkan terus saja terjadi di tiap hari-hari kita. Dia (kentut) level penting-nya hampir sama dengan bernafas. Bisa jadi kentut setara dengan makan, minum, Buang Air Besar (BAB), dan Buang Air Kecil. Coba bayangkan saja kalau kita tak bisa bernafas lg? Yap!. Kalian semua pasti tahu apa yg akan terjadi. Bagaimana bila kita tak makan, tak minum?. Ya tentu kita juga tahu jawabannya akan terjadi apa. Lalu bagaimana kalau kita bisa bernafas, bisa makan, bisa minum, tapi tak bisa kentut, kencing atau BAB?..hmmmm..kebayang deh susahnya jika manusia mengalami hal seperti itu.., semoga kita semua selalu sehat wal afiat yaa. Aamiin :)
Dari kentut saja kita bisa membahas ke banyak ranah. Misalnya dari sisi kebudayaan manusia yang bisa diciutkan lagi dalam hal tata krama, adab sopan santun. Di masyarakat jawa atau mungkin juga di daerah lain di indonesia (saya ga berani men-generalisir karena tak pernah melakukan survei secara benar.hehe), masih cukup banyak yang menganggap kentut itu harus dikeluarkan di waktu yg tepat dan di tempat yg tepat.
Oleh karena itu ada contoh kasus hanya karena sedang rapat (meeting) penting dengan atasan atau kolega, padahal sudah kerasa banget ingin kentut, tapi akhirnya ditahan juga. Karena takut berbunyi, berbau, yang memungkinkan bisa mengganggu jalannya rapat. Bahkan dikhawatirkan bila memang harus benar-benar di kentut-kan bisa jadi merusak jalannya rapat. Bisa saja dalam keadaan yang tadinya serius, tiba-tiba seluruh peserta rapat bisa tertawa berjamaah secara mendadak, atau bahkan mereka semua keluar dari ruangan karena tak tahan baunya. Huhuhu :D
Kentut juga dianggap sangat tidak sopan jika dikentutkan di depan orang yang tidak akrab, tamu penting, orang yang sangat dihormati, atau orang yang lebih tua. Bahkan kentut bisa jadi benar-benar tak boleh keluar di saat kita sedang berhadapan dengan orang tua si pacar, calon mertua, ataupun terhadap mertua.. :D.
Ya kentut itu memang kasihan, dia seringkali tak dianggap, disembunyikan, bahkan dihinakan :(. Andai kentut itu adalah makhluk hidup yang punya perasaan, sungguh tersiksanya menjadi dia. Padahal dia sangat memberikan manfaat, khususnya untuk kesehatan. Dan di saat dia (si kentut) sudah terlanjur keluar, masih saja seringkali tak dianggap, tak diakui. Ada percakapan seperti ini, "Eh, siapa yg kentut? Kamu ya?". Yang lain menjawab, "Bukan ah, bukan aku". Jawab lagi, "Kamu kali". Yang satunya menjawab lagi, "Bukan yaa, bukan aku..sumpah deh!". Padahal yang bertanya paling awal dalam percakapan itu justru bisa jadi orang yang sedang kentut. Ia malu karena sudah tak tahan lagi menahan kentutnya, dan terpaksa kentut harus keluar mendadak dengan bunyi yang lucu dan dengan bau yg aneh. hehe. Itu contoh percakapan yang bisa saja terjadi di saat kita sedang bergaul, bercengkrama dengan sahabat, teman-teman dekat, saudara atau keluarga kita.
Nah biasanya hanya dengan orang-orang tersebut, kentut bisa benar-benar keluar melenggang dengan nyaman, dan masih diakui statusnya milik siapa dan otomatis diakui pula kehadirannya. Oleh karena itu di saat kita sedang sendiri, ada baiknya kentut boleh kita anggap sebagai pahlawan (seraya mengucap "alhamdulillah"), sebagai bentuk syukur kita karena kentut baru saja menyelamatkan perut kita dari kembung dan mual-mual karena ulah si angin yang cuma muter-muter di dalam lambung dan ogah-ogahan keluar.
Dari kentut pula bisa saja orang mengklasifikasi hal-hal lainnya lagi. Misalnya kentutnya perempuan dan kentutnya laki-laki. Perempuan cenderung sangat malu dan hati-hati sekali jika soal kentut. Bahkan yang terparahnya kentut yang harus dikentutkan (dikeluarkan) di waktu & tempat yang tidak tepat, bagi sebagian perempuan hal tersebut bisa saja sangat menjatuhkan harga dirinya di saat peristiwa kentut itu terjadi. Karena sejak dari turun temurun, perempuan yang lebih halus perasaannya, lembut perangainya diajarkan oleh pendahulu-pendahulu kita untuk benar-benar bisa menjaga diri dengan perilaku-perilaku yang harus terlihat lebih lembut, lebih sopan, lebih baik daripada laki-laki. Walaupun keduanya (baik perempuan atau laki-laki) sama-sama diajarkan budi pekerti dan sopan santun, tapi kita semua tentu paham tentang bagaimana dan di mana perbedaan perllaku yang harus ditampilkan oleh seorang perempuan dan laki-laki, tanpa harus saya bahas panjang lebar di sini. Karena sekali lagi saya sedang sangat tertarik sekali untuk membahas tentang "kentut" bukan yang lainnya. :D.
Ya misalnya sebagai contoh saja. Dulu sewaktu kita kecil kenapa anak laki-laki yang kencing di sembarang tempat seolah-olah lebih dimaklumi daripada anak perempuan yang kencing di sembarang tempat. Nah hal tersebut berlaku juga untuk kentut. Meskipun sekali lagi hal tersebut tidak mutlak berlaku untuk semua daerah, ataupun di semua suku di Indonesia. Iyaa, mungkin persepsi seperti itu hanya terjadi di lingkungan saya saja.
Tapi setidaknya itulah bukti ajaran budi pekerti, sopan santun, berpadu dengan ajaran agama yang menunjukkan bahwa perempuan itu harus dimuliakan, dijaga, lebih tertata karena pada hakekatnya perempuan itu diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang indah dan lembut. Seolah perempuan itu seperti emas atau berlian yang harus benar-benar terjaga dan dijaga, dan akan bersinar dengan indah hanya di saat-saat yang tepat. :)
Oke, kita kembali lagi ke kentut aja ya..hehe. Masih tentang kentut, setidaknya ada bidang ilmu yang saya sangat meyakini bahwa kentut itu sangat penting. Ya bidang ilmu itu yaitu kesehatan dan kedokteran, karena susah kentut bisa mengganggu kesehatan (o iya kalo ada bidang ilmu lain yang mau ikutan menganggap kalo kentut itu penting, tolong kasih tau saya ya.hehe). Saya saja orang yang tidak menekuni disiplin ilmu kesehatan dan kedokteran saja mengakui itu. Ya sederhana saja, karena saya tahu saat saya susah kentut, pasti perut saya sakit dan saya tak suka itu. :D. So, kentut itu penting!.hehe
Ada lelucon juga yang mengklasifikasi sifat seseorang dari kentutnya. Misalnya dari suaranya yang "tiiiit", oh bisa jadi orang tersebut pemalu, karena sudah berusaha menahan sekuat tenaga agar tak keluar di depan orang lain, tapi ternyata keluar juga. Ada yang suaranya "tuuuuut","toooot", dsb-nya. Hehe silakan teman-teman bayangkan sendiri sambil senyum atau ketawa.haha
Dari kentut kita juga bisa mengambil pesan dan petuah penting. Karena kentut itu tidak sombong, dia memberi manfaat tapi dia tidak suka bilang-bilang. Bahkan keberadaannya saja tak kelihatan, baru tercium baunya saja malah dia di sia-siakan.. Oh.. So sad.. :'(. Kalau begitu, berarti kentut itu juga mengajarkan tentang "ikhlas", memberi manfaat tanpa pamrih, tak diakui juga tak protes, di sia-siakan diam saja. Tapi dia tetap saja eksis dan tak lelah untuk terus hadir.
Coba manusia yang selalu bisa memberi manfaat diperlakukan seperti itu. Sakit hatikah? Terimakah? Ga protes kah? Mengeluhkah? Atau diam-diam dalam hati justru berkata seperti ini, "Tak apa, karena aku hanya mengharap ridhlo Allah". Hmmm.. mulia sekali, joss gandhos dan benar-benar salut bila kita semua bisa seperti itu ya!. Yuk belajar ikhlas. :)
Ada pelajaran lagi dari si "kentut". Terkadang bahwa hal yang seolah-olah sia-sia bahkan hina di mata kita ternyata mampu memberi manfaat, bahkan bisa lebih bermanfaat daripada hal-hal yang terlihat indah oleh inderawi kita. So, sebuah manfaat itu bisa lahir dari mana saja brother!, dari siapa saja sister!, dari tempat mana saja. Don't jugdes the book just by the cover!!. Haha rupanya cocok juga kalimat tersebut untuk si kentut ya :D.
Yah mudah-mudahan si kentut bisa memberikan inspirasi untuk kita semua dengan bidang keilmuan dan keahlian kita masing-masing. Misalnya :
1. Untuk musisi, atau sound enginer. Bisakah suara kentut itu dimodifikasi menjadi sebuah irama yang indah dan menghibur?. :D
2. Untuk dokter, coba bantu kita semua agar menemukan solusi dan formula tercanggih yang bisa benar-benar membuat kita terbebas dari masalah kentut yang tersendat dan susah. Sehingga seluruh penduduk indonesia bisa kentut dengan lancar, dan terbebas dari sakit perut. Sehingga semua bisa bebas kentut sembarangan.*Uuups!*Haha. :D
3. Untuk pelukis, coba berimajinasi untuk melukis kentut. Sosok kentut bila dituangkan ke dalam lukisan itu akan berbentuk seperti apa ya?trus warnanya apa coba?
4. Untuk para ahli hukum, seandainya sewaktu-waktu nanti kentut sembarangan itu dilarang, atau mengentuti orang dengan sengaja itu dianggap sebagai sebuah pelecehan. Lalu mempermasalahkannya ke jalur hukum. Lalu sudah disiapkan belum payung hukumnya? Undang-undang dan peraturannya?. Lalu harus didasarkan atas apa tuntutan hukumnya?. Baunya? Suaranya? Gaya kentutnya? Nada suara kentutnya? Atau apanya?. Trus kalau nada suara kentut yang mengejek & melecehkan itu yang seperti apa?. *Haha kalau ini sudah ekstrem ya!, cuma omong kosong aja kok.hehe*
5. Untuk para teknokrat, ahli teknologi, bisa saja semakin pinter manusia akan menciptakan alat peredam suara kentut, dan pengendali bau kentut agar tak mengganggu orang lain. Atau bisa saja dibikin bank kentut, untuk menampung kentut seluruh manusia, siapa tau gas kentut bisa digunakan untuk bahan bakar atau apalah. Karena tak ada yg tak mungkin. :)
6. Untuk para ilmuan atau ahli kimia, adakah zat yang terkandung dalam kentut yang bisa ditemukan manfaatnya untuk keperluan manusia??. :)
7. Dan untuk para pemimpin, atau kita semua (khususnya saya juga) coba deh ga ada salahnya belajar dari kentut yang selalu bisa memberi manfaat, tapi tak menjual namanya, tak membangun citra. Dia ikhlas bahkan sekalipun harus dihinakan dan di sia-siakan. Kalo memang bisa memberi manfaat yang baik buat orang lain, buat banyak orang, ga perlu kok kita harus koar-koar, pamer atau pencritaan ke mana-mana. Orang lain pasti sudah bisa menilai diri kita dengan bijak.
Dan tak menutup kemungkinan bisa saja menginspirasi banyak hal lain lagi. Manusia itu pinter kok, saya masih suka terheran-heran dengan orang-orang yang bisa membuat ini, membuat itu, menciptakan ini, itu. Karena memang manusia itu hebat, mampu terus bergerak dan mencari. Asal ga jadi sombong dan lupa diri aja yeee!. Kita tetap ga akan bisa lebih hebat dan lebih pinter dari Tuhan. Catat itu! :D
Kentut dalam waktu-waktu tertentu bisa mencairkan suasana, bisa menimbulkan tawa suka ria. Kentut juga bisa dianggap merusak suasana bila muncul di saat yang tak tepat, bisa menimbulkan rasa jengkel, jijik, bahkan bisa menimbulkan "ilfeel" pada pemilik kentutnya. Tapi apapun itu kentut bisa dilihat dari dua sisi (2 dimensi). Baik atau buruk, menjijikkan atau tidak hanya tergantung dari kentutnya, tapi juga tergantung dari orang yang mencium dan mendengar kentut tersebut. Jadi orang-orang yang mencium atau mendengar kentut tersebut bisa disebut sebagai penderita, pemirsa atau justru sebagai penikmat itu tergantung juga bagaimana ia menyikapi kentut tersebut.
Memang tak ada yang sia-sia dari apapun yang diciptakan oleh Allah SWT, tak ada yang sia-sia dari peristiwa apapun di kehidupan ini. Semoga kita bisa mengambil hikmah, pesan dari peristiwa apapun yang terjadi di kehidupan ini.
Maaf bila banyak salah kata, saya hanya berceloteh, ini hanya sekedar catatan untuk mengisi waktu saya. Saya juga bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Yang jelas saya hanya sedang ingin bercerita tentang "Kentut" :D
Wassalamualaikum. Wr.Wb..
(Ayuth Wahyu Sapto Prasojo, 20 Februari 2014)