Oleh :
Wahyu Sapto Prasojo (Ayuth)
Peran sebuah media menjadi sangat penting dalam perkembangan masyarakat dewasa ini. Pers dengan segala kegiatan jurnalistiknya ikut menentukan arah perkembangan serta dinamika suatu budaya di dalam masyarakat. Seiring dengan perkembangan waktu, masyarakat menginginkan sebuah informasi tentang segala kejadian yang ada di sekitarnya. Kebutuhan akan informasi berita menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakat modern. Adanya media seperti surat kabar, majalah, radio, televisi hingga internet memudahkan manusia untuk mendapatkan informasi.
Media memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam ikut menentukan dinamika kehidupan masyarakat. Media bisa menjadi sebuah alat komunikasi-informasi yang memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat, karena media juga merupakan sebuah alat penyampai pesan yang bisa tersebar luas ke berbagai penjuru lapisan masyarakat. Hampir setiap harinya masyarakat yang terdiri dari berbagai lapisan dan strata sosial selalu bersentuhan dengan media, contohnya membaca surat kabar, majalah, mendengarkan radio, menonton televisi, serta mengakses internet. Hal itu dilakukan dengan berbagai macam motivasi dan alasan. Ada yang sekadar hanya untuk mencari hiburan, sekedar ingin mendapatkan informasi, berita, peristiwa terkini atau lebih jauh lagi berharap agar bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Apa yang mereka baca, apa yang mereka dengar, apa yang mereka lihat akan selalu direspon dan disikapi oleh setiap orang dengan caranya masing-masing.
Perkembangan teknologi yang seolah terus bergulir tiada henti selalu memberikan suatu inovasi dan variasi. Manusia yang semakin modern selalu menginginkan segala sesuatu yang lebih baik dan lebih mudah. Begitu pula dalam hal mendapatkan informasi, setiap orang memiliki berbagai macam pilihan untuk mengakses sebuah informasi. Setiap orang bisa mencari dan mendapatkan informasi melalui sebuah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan internet. Melalui sebuah media apakah untuk mendapatkan informasi adalah sebuah kebebasan pilihan bagi setiap orang dengan alasannya masing-masing.
Dengan adanya berbagai macam pilihan media yang menyuguhkan informasi, ternyata surat kabar masih mendapatkan hati di masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya media cetak yang masih terus eksis, dan bisa dilihat juga dari para penikmat surat kabar yang masih terus ada hingga saat ini. Kebutuhan masyarakat akan informasi, menuntut surat kabar untuk selalu bisa memberikan berita yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat itu pula. Dari mulai berita mengenai kejadian sekitar, berita nasional, internasional, dan berita mengenai berbagai macam bidang kehidupan yang ada. Para pembaca surat kabar tentunya bukan sekedar terdiri dari pembaca yang hanya menelan mentah-mentah mengenai berita yang didapatkannya, tetapi juga terdapat juga pembaca yang kritis yang selalu menginginkan berita yang faktual, aktual, akurat dan bisa dipercaya mengenai kebenarannya. Tidak sedikit pula ada yang berharap dengan membaca surat kabar bisa menambah wawasan dan pengetahuan karena informasi yang di dapatkan. Hal ini menuntut sebuah kerja keras kegiatan jurnalisme sebuah media cetak atau surat kabar dengan seluruh awaknya untuk selalu bisa meningkatkan kualitas dan kelayakan berita yang disajikan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnalisme adalah keseluruhan usaha atau pekerjaan yang mengumpulkan, menulis, mengedit, menerbitkan berita di surat kabar dan lain sebagainya. Sedangkan berita adalah semua peristiwa yang disampaikan atau diceritakan kembali kepada orang lain melalui kata atau gambar, lisan maupun tulisan.
Jurnalisme memiliki tujuan yang juga sangat dipengaruhi oleh iklim dan sistem yang dianut oleh suatu negara. Di Indonesia jurnalisme bertujuan; melayani kebenaran, memenuhi tanggung jawab sosial, mendidik, melayani hak tau khalayak, dan juga sebagai alat perdamaian (Abrar, 1994 : 10). Adapun fungsi dan peran jurnalisme (pers) menurut Ashadi Siregar, pada tingkat primer adalah untuk masyarakat. Intinya, segala sesuatu yang dilakukan oleh pers adalah untuk masyarakat, untuk itu orientasi yang bersifat primer itu dipenuhi terlebih dahulu, sebab hidup dan mati suatu media secara sosiologis sangat tergantung dari pembacanya. Sedangkan pada tingkat skunder fungsi dan peran pers bisa saja untuk kepentingan-kepentingan yang lainnya.
Pers sebenarnya mampu berbuat banyak untuk melakukan kegiatan mulia dalam rangka mendidik dan memberikan wawasan kepada masyarakat. Surat kabar sebagai media yang mampu menyentuh segala kalangan dan segala usia, harus mampu menyuguhkan sebuah sajian berita, informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab dapat dilihat dengan bertitik tolak pada fungsi dan peranan jurnalisme secara sosiologis. Pada intinya pers yang sehat adalah pers yang mampu beroperasi di tengah masyarakat secara bebas dan bertanggung jawab. Pers yang bebas adalah pers yang mampu menjalankan fungsinya secara mandiri dan independent, yangtidak dikendalikan oleh kekuasaan eksternal. Aspek wisdom hendaknya tidak pernah ditinggalkan ataupun dilupakan dalam setiap kegiatan jurnalistik. Selain menyajikan berita yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, pers hendaknya juga harus mampu menyisipkan muatan-muatan yang sarat dengan nilai-nilai moral kehidupan dan kemanusiaan. Sehingga pers secara langsung maupun tidak langsung mampu mendidik masyarakat secara bertahap menuju masyarakat yang lebih bermoral, terdidik, kritis, maju, modern dan tetap berbudaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar