Sugesti diri adalah investasi yang sangat berharga bagi kita. Men-sugesti diri ibarat kita menanamkan sebuah modal, pikiran, dan tenaga untuk sebuah bisnis. Tapi lebih dari itu, sugesti terhadap diri adalah pondasi yang kita bangun secara berulang-ulang untuk sebuah pencapaian.
Sugesti diri mampu menjaga perjalanan pencapaian kita. Ia mampu membuat kita tetap berada di dalam "track'' yang benar untuk pencapaian keinginanan.
Godaan terbesar bagi sebuah pencapaian adalah ketidak-fokus-an dan ketidak-konsisten-an. Ada banyak pilihan lain yang seolah menjanjikan dan menawarkan sesuatu hal yang lebih menggoda. Namun terkadang melupakan tujuan awal dan ketetapan hati kita akan sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya paling kita inginkan.
Manusia seolah mampu melakukan segala hal, ingin mencapai semuanya, meraup sebanyak banyaknya. Ingin mengerjakan ini itu, meraih ini itu, ibarat sebuah perangkat teknologi dengan spesifikasi tinggi yang mampu melakukan "multitasking" tanpa kendala.
"Multitasking" berarti bisa mengerjakan banyak hal dalam tempo yang relatif sama. Tapi untuk masalah hasilnya seperti apa, sangat tergantung performa kita. Mengerjakan banyak hal dalam waktu yang relatif sama tentunya akan lebih sulit dan ribet. Dan untuk hasilnya tak akan bisa lebih bagus dari pada kita saat berfokus mengerjakan atau mencapai satu hal saja.
Sedangkan "Fokus" pada satu hal saja dalam pencapaian sesuatu, tentunya akan lebih mudah, lebih detail, lebih hemat, lebih cepat, dan lebih bisa maksimal hasilnya.
Tapi sehebat apapun produk teknologi yang paling canggih pun pasti ada batasnya. Begitu juga manusia.., manusia juga terbatas. Kita akan dihadapkan pada kekuatan Tuhan. Dengan segala kuasa_Nya.. Dialah yang paling mampu dan berhak untuk membatasi kita.
Sugesti dan kemauan yang kuat yang kita tanamkan pada diri, akan menghasilkan curahan pikiran, tenaga, dan usaha yang kuat pula. Tapi sekuat dan sehebat apapun itu... Tetaplah harus berpasrah pada Tuhan pemilik kehidupan. Biar Dia yang mengizinkan atau tidak, mengabulkan atau tidak. Biar Dia yang membimbing, mengarahkan dan memberi tahu apa yang pantas untuk kita miliki dan tidak pantas untuk kita miliki.
--- Ayuth Badala --- 6 Maret 2016 ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar