Seks, selalu menarik untuk dibicarakan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan seks selalu mengundang penasaran, terlebih bagi siapapun yang belum pernah merasakannya. Menjadi sangat wajar, kenapa manusia sangat tertarik dengan seks karena manusia secara biologis difitrahkan oleh Tuhan untuk memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis dan memiliki hasrat, libido, nafsu.
Bahasan tentang seks tak kan pernah lekang di makan zaman, generasi demi generasi hingga akhir zaman, karena ia adalah bagian yang melengkapi kehidupan manusia. Bagi sebagian orang seks adalah sesuatu yang tabu untuk dibicarakan, namun cukup dikerjakan, sesuatu yang privat dan cukup layak dibagi pada pasangan semata. Bagi sebagian orang lagi, seks layak dibicarakan baik bersama pasangan, di diskusikan bersama sahabat, teman ataupun layak untuk dibahas, dipelajari secara umum dan dieksplorasi bahkan diekspresikan.
Adalah budaya dan kebiasaan di setiap tempat yang berbeda-beda yang mempunyai andil cukup besar tentang bagaimana setiap orang atau sekelompok orang memandang dan menyikapi segala sesuatu tentang seks. Agama serta norma-norma sosial juga memberi andil bagaimana manusia harus menyikapi segala sesuatu tentang seks.
Sebagai contoh, budaya masyarakat tertentu memiliki cara-cara khusus menyikapi seks. Di daerah X, Seks dengan tanpa ikatan pernikahan sudah menjadi hal yang biasa untuk lakukan. Di daerah Y, hubungan seks sesama jenis pun bisa terjadi dan bukanlah sesuatu yang aib jika melalui sebuah ikatan yang dilakukan secara legal (diakui oleh daerah, negara tempat ia tinggal). Ataupun hal tersebut dianggap biasa pula jika dilakukan secara ilegal. Sedangkan di daerah Z, seks hanya boleh dilakukan oleh pasangan dengan jenis kelamin yang berbeda atas dasar suatu ikatan pernikahan. Namun banyak orang juga yang memandang dan menyikapi kehidupan seks dengan cara yang sama, karena didasarkan atas ajaran Agama yang dianutnya.
Seks bisa diartikan sebagai sekedar aktifitas penyalur hasrat dan nafsu. Seks bisa diartikan sebagai sebuah aktifitas untuk menyenangkan diri dan pasangan. Bisa pula seks dianggap sebagai sebuah aktifitas wajib untuk meneruskan generasi. Seks bisa diartikan pula sebagai sebuah aktifitas rutin kehidupan, layaknya makan, minum, mandi ataupun BAB yang harus dilakukan dan dipenuhi..., Dan ada juga yang menganggap aktifitas seks itu layaknya minum obat... Sehari 3x (tiga kali) biar cepat sembuh.hehehe.
Seks bisa pula diartikan sebagai sebuah keluhuran, suatu hal yang sakral, dan hadiah dari sebuah usaha dan perjuangan menemukan pasangan dengan cara-cara yang baik, benar dan semestinya.
Dan jika kamu ingin bisa menafsirkan dan merasakan bagaimana bisa merangkum semua hal yang saya tulis diatas tanpa beban mental, penuh rasa ikhlas, penuh sensasi menyenangkan, bagai mendapat hadiah yang kemudian bisa dijadikan rutinitas seperti minum obat...ya menikahlah..!!, yuhuuuuy.. ..hehe. Tapi ingat ya..harus ketika di saat udah cukup umur. Kapan itu cukup umur?? Ya tanyakan pada ibu dan bapakmu!
Bersambung... Bentar mau beol dulu.. Ga nahan :P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar